Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Tokoh Suku Sebyar Papua Sebut Membangun Papua melalui Peradabannya dengan Kekuatan Adat dan Budaya

37
×

Tokoh Suku Sebyar Papua Sebut Membangun Papua melalui Peradabannya dengan Kekuatan Adat dan Budaya

Share this article
Tokoh Suku Besar Sebyar Papua, Malkin Kosepa
Tokoh Suku Besar Sebyar Papua, Malkin Kosepa

Tokoh Suku Besar Sebyar Papua, Malkin Kosepa, menegaskan bahwa masa depan Papua harus dibangun di atas fondasi perdamaian, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penguatan adat dan budaya sebagai roh pembangunan.

Menurut Malkin, Papua tidak boleh terus-menerus dibaca hanya dari sudut konflik, kekerasan, dan keterbelakangan. Papua memiliki kekuatan sosial, nilai adat, kearifan lokal, dan identitas budaya yang besar untuk membangun peradabannya sendiri secara damai dan bermartabat.

“Papua harus damai. Papua harus membangun peradabannya dengan caranya sendiri, dengan kekuatan adat, budaya, dan persaudaraan. Pembangunan tidak boleh menjauh dari orang asli Papua, tetapi harus tumbuh bersama masyarakat adat,” ujar Malkin Kosepa.

Ia menilai bahwa pendekatan pembangunan di Papua perlu lebih menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama, bukan sekadar objek kebijakan. Karena itu, setiap program pembangunan harus memperhatikan struktur adat, kepemimpinan lokal, hak ulayat, nilai budaya, serta ruang dialog yang terbuka dengan masyarakat.

Malkin menegaskan, adat dan budaya bukan hambatan pembangunan. Sebaliknya, adat dan budaya merupakan pintu masuk utama untuk membangun kepercayaan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mencegah kesalahpahaman antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat lokal.

“Kalau pembangunan masuk tanpa memahami adat, maka yang muncul adalah jarak dan kecurigaan. Tetapi kalau pembangunan datang dengan menghormati adat, mendengar tokoh masyarakat, dan melibatkan anak-anak adat, maka pembangunan akan diterima sebagai bagian dari masa depan bersama,” katanya.

Lebih lanjut, Malkin mengajak seluruh pihak untuk menjaga Papua sebagai tanah damai. Ia menekankan pentingnya menghentikan stigma, prasangka, dan cara pandang yang merendahkan masyarakat Papua. Menurutnya, perdamaian hanya dapat terwujud apabila semua pihak saling menghormati dan menempatkan kemanusiaan sebagai dasar utama.

“Papua bukan hanya tanah yang kaya sumber daya alam. Papua adalah tanah adat, tanah leluhur, tanah kehidupan. Karena itu, membangun Papua berarti membangun manusia Papua, menjaga martabatnya, dan menghormati budayanya,” tegasnya.

Malkin juga mendorong pemerintah pusat dan daerah agar memperkuat model pembangunan yang berbasis dialog, pemberdayaan, pendidikan, ekonomi lokal, serta pelestarian budaya. Ia berharap generasi muda Papua diberi ruang lebih besar untuk terlibat dalam pembangunan tanpa kehilangan akar identitasnya.

Menurutnya, anak-anak muda Papua harus menjadi bagian penting dalam membangun peradaban baru Papua yang damai, cerdas, mandiri, dan berdaya saing.

“Generasi muda Papua harus maju, tetapi tidak boleh tercerabut dari adat dan budayanya. Pendidikan, ekonomi, dan pembangunan harus memperkuat jati diri, bukan menghapus identitas,” ungkapnya.

Malkin Kosepa menyerukan agar seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan, pemuda, dan perempuan Papua bersama-sama menjaga perdamaian.

Ia menegaskan bahwa Papua yang damai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh anak bangsa.

“Mari kita jaga Papua. Mari kita bangun Papua dengan hati, dengan adat, dengan budaya, dan dengan kasih. Papua damai adalah jalan bagi Papua untuk membangun peradabannya sendiri,” pungkas Malkin Kosepa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *