Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kesehatan

Kemenkes Soroti Pemalangan RSUP Jayapura, Tekankan Akses Layanan Kesehatan Harus Terjaga

18
×

Kemenkes Soroti Pemalangan RSUP Jayapura, Tekankan Akses Layanan Kesehatan Harus Terjaga

Share this article
Kemenkes) menegaskan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan vital yang harus tetap dapat diakses masyarakat dalam kondisi apa pun. Foto: ANTARA/HO - Kemenkes

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan vital yang harus tetap dapat diakses masyarakat dalam kondisi apa pun. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas aksi pemalangan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura, Papua, sejak Senin.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menyampaikan keprihatinannya atas aksi tersebut karena dinilai berpotensi mengganggu akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama dalam situasi darurat.

“Kami sangat prihatin dengan adanya aksi pemalangan di RSUP Jayapura. Rumah sakit adalah tempat masyarakat menggantungkan harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kami berharap aksi ini berlangsung damai, tidak anarkis, dan tidak menghalangi hak masyarakat untuk berobat,” kata Azhar dikutip dari keterangannya, Senin (22/6/2026).

Azhar menegaskan bahwa penutupan akses rumah sakit dapat berdampak serius, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat dalam kondisi gawat darurat.

“Kami mengimbau semua pihak untuk mengedepankan dialog. Jangan sampai ada pasien yang terlambat ditangani hanya karena akses ke rumah sakit tertutup. Keselamatan pasien adalah prioritas utama,” katanya.

Menurutnya, aksi pemalangan tersebut berkaitan dengan aspirasi masyarakat adat terkait kejelasan status lahan yang digunakan untuk pembangunan RSUP Jayapura. Namun, ia menekankan bahwa penyelesaian persoalan harus dilakukan tanpa mengganggu layanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan berharap permasalahan ini dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah dengan seluruh pihak terkait, sehingga tidak berdampak pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua.

“Kami percaya, dengan dialog yang baik, persoalan ini dapat menemukan titik temu. Yang terpenting, layanan kesehatan bagi masyarakat Papua tidak boleh terhenti,” ujarnya.

Sementara itu, meskipun terjadi pemalangan di pintu utama sejak Rabu (17/6), manajemen RSUP Jayapura memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. Akses pasien dan tenaga medis dialihkan melalui pintu alternatif dengan penyesuaian operasional demi menjaga keselamatan dan kenyamanan.

Pihak rumah sakit juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, termasuk Polresta Jayapura, Polsek Abepura, Korem, hingga Universitas Cenderawasih (Uncen). Selain itu, manajemen telah mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan kepada seluruh pegawai serta menyampaikan informasi perkembangan situasi melalui kanal resmi rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *