Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaInternasional

Guru Jadi Korban Kekerasan KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan

40
×

Guru Jadi Korban Kekerasan KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan

Share this article

Direktur Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Noor Azhari, mengutuk keras aksi biadab yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM Kodap XVI Yahukimo yang membantai seorang guru bernama Frengki di lingkungan Sekolah Yakpesmi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

“Pembunuhan brutal terhadap guru sebagai tenaga pendidik yang dilakukan di ruang sekolah saat aktivitas belajar mengajar berlangsung merupakan kejahatan kemanusiaan dan tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa”, katanya dalam keterangan kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, guru dibunuh secara sadis di sekolah. Ini bukan sekadar gangguan keamanan belaka tapi sudah menyentuh pada persoalan kemanusiaan.

“Kebrutalan KKB ini dengan membunuh seorang guru merupakan kejahatan kemanusiaan,” urai Noor.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (2/2), sekitar pukul 09.30 WIT. Korban Frengki (55) dikejar tiga orang pelaku bersenjata setelah terdengar bunyi tembakan dari arah belakang sekolah.

“Jika kita lihat dari video kejadian yang beredar luas, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan masuk ke ruang guru, namun para pelaku memaksa masuk dan melakukan pemarangan hingga korban meninggal dunia di tempat”, jelasnya.

Para pelaku bukan hanya membunuh guru saja. Menurutnya, setelah memastikan korban tewas, para pelaku melakukan pengrusakan terhadap kendaraan milik kepala sekolah serta memecahkan kaca ruang kelas Sekolah Yakpesmi Yahukimo dengan lemparan batu.

“Aksi biadab ini terjadi saat proses belajar mengajar masih berlangsung, sehingga guru-guru harus mengamankan para siswa dan memulangkan mereka lebih awal”, tegasnya.

Noor Azhari menilai tindakan tersebut menunjukkan pola kekerasan yang disengaja dengan menjadikan sekolah dan tenaga pendidik sebagai sasaran teror demi menunjukkan eksistensi kelompok bersenjata.

“Sekolah merupakan ruang sipil yang seharusnya dilindungi. Ketika guru dibunuh di ruang kelas, itu menandakan teror terhadap masa depan anak-anak Papua,” ujarnya.

Ia mendesak Komnas HAM dan Kementerian Hak Asasi Manusia untuk segera turun langsung ke Yahukimo guna melakukan penyelidikan independen dan menyeluruh.

“Kasus ini harus diusut sebagai pelanggaran HAM serius dan kejahatan kemanusiaan, bukan sekadar kejahatan biasa,” tegas Noor.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap tenaga pendidik dan masyarakat sipil di wilayah rawan konflik Papua agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

“Jika guru terus menjadi korban dan sekolah dijadikan medan teror, maka yang hancur bukan hanya nyawa manusia, tetapi masa depan generasi Papua dan kewibawaan negara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *