Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

MPSI Prihatin Dugaan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yahukimo

36
×

MPSI Prihatin Dugaan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yahukimo

Share this article
Peta Papua
Peta Papua

Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) menyampaikan keprihatinan atas dugaan aksi kekerasan terhadap warga sipil di Yahukimo, Papua Pegunungan, sebagaimana informasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Bidang Advokasi Masyarakat MPSI, Gusli Ucok Piliang, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama di tengah situasi keamanan Papua yang masih rentan.

“Kami sangat menyayangkan jatuhnya korban jiwa. Apa pun latar belakangnya, warga sipil tidak boleh menjadi korban konflik,” ujar Gusli dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyusul klaim Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom terkait operasi kelompoknya pada 17–20 Mei 2026 yang disebut menewaskan sejumlah orang yang dituduh sebagai aparat yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal di wilayah Yahukimo.

Namun hingga kini, jumlah pasti korban maupun lokasi kejadian masih belum dapat dipastikan karena proses evakuasi terkendala kondisi lapangan.

Selain Yahukimo, MPSI juga menyoroti situasi keamanan di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, terkait dugaan mobilisasi warga sipil oleh kelompok bersenjata untuk memantau pergerakan aparat keamanan.

Menurut Gusli, masyarakat lokal, terutama perempuan dan anak-anak, tidak boleh dilibatkan dalam situasi konflik bersenjata karena berpotensi membahayakan keselamatan warga.

“Papua membutuhkan suasana damai agar masyarakat dapat hidup tenang, anak-anak bisa bersekolah dengan aman, dan pembangunan berjalan demi kesejahteraan rakyat,” katanya.

MPSI juga mengajak seluruh pihak menahan diri dan tidak menyebarkan narasi provokatif yang dapat memperkeruh situasi. Selain itu, MPSI mendorong penguatan narasi damai dan persatuan melalui peran tokoh agama, tokoh adat, pemuda, akademisi, dan media massa.

Gusli turut mengapresiasi langkah aparat keamanan dalam melakukan pengamanan wilayah dan penanganan situasi, dengan harapan seluruh proses dilakukan secara profesional dan tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan.

“Kedamaian dan keselamatan masyarakat Papua harus menjadi kepentingan bersama,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *