Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Bulog Papua Serap 269,8 Ton Jagung Petani, Siap Tampung Hasil Panen Lokal

12
×

Bulog Papua Serap 269,8 Ton Jagung Petani, Siap Tampung Hasil Panen Lokal

Share this article
Jagung. Foto: Ilustrasi

Jakarta – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Papua terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian dengan menyerap hasil panen jagung pipilan dari petani di sejumlah daerah. Hingga saat ini, total jagung yang telah dibeli mencapai 269,8 ton melalui enam kantor cabang dan wilayah kerja.

Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari mengatakan, pembelian jagung dilakukan dengan harga Rp6.400 per kilogram sebagai upaya menjaga kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

“Jagung dibeli dari petani dengan harga Rp6.400 per kilogram,” kata Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari di Jayapura dilansir Antara, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, serapan jagung dilakukan di berbagai wilayah, yakni Kanwil Papua sebanyak 137 ton, Cabang Nabire 25 ton, Cabang Timika 2,4 ton, Cabang Merauke 19,7 ton, Cabang Manokwari 73,6 ton, Cabang Fakfak 11,2 ton, serta Cabang Sorong yang mencapai 450 ton.

Untuk menampung hasil panen tersebut, Bulog Papua telah menyewa gudang berkapasitas lima ton yang digunakan sebagai tempat penyimpanan jagung pipilan dari petani di Kabupaten Jayapura dan Keerom.

Menurut Ahmad Mustari, jagung yang diserap dari petani nantinya akan dipasarkan kembali kepada para peternak sebagai bahan baku pakan ternak. Meski demikian, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Papua terkait perizinan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian mengenai mekanisme serta harga penjualan.

“Kemungkinan harga SPHP jagung pipilan nantinya di bawah harga yang dibeli Bulog yakni Rp6.400/kilogram,” kata Kepala Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari.

Ia menegaskan, Bulog Papua siap menerima hasil panen jagung petani dalam jumlah berapa pun selama memenuhi standar yang telah ditetapkan. Jagung yang diserap harus memiliki kadar air maksimal 14 persen serta bebas dari kontaminasi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Bulog dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membuka pasar bagi hasil produksi petani lokal di Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *