Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

40 UMKM Papua Tengah Disiapkan Tampil di Trade Expo Indonesia 2026

13
×

40 UMKM Papua Tengah Disiapkan Tampil di Trade Expo Indonesia 2026

Share this article
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Papua Tengah Brian Sendoh. Foto: Antara

Jakarta – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Papua Tengah mulai mempersiapkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari delapan kabupaten untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung di Tangerang, Banten.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Papua Tengah Brian Sendoh mengatakan, sedikitnya 40 UMKM telah terdaftar untuk mengikuti ajang perdagangan berskala internasional tersebut. Para pelaku usaha tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari pengolahan kopi, kerajinan noken, hingga produk olahan buah merah.

“UMKM kita ini tersebar di delapan kabupaten, ada yang bergerak di usaha kopi dari Paniai, kerajinan noken, hingga buah merah yang produksinya musiman seperti di Puncak Jaya,” ujarnya di Nabire, dilansir Antara, Selasa (23/6/2026).

Menurut Brian, pemerintah provinsi terus memberikan pendampingan dan pelatihan agar para pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produk dan siap bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Selain pembinaan, pemerintah daerah juga berupaya membuka akses pemasaran bagi produk-produk lokal agar memiliki peluang lebih besar untuk dikenal masyarakat luas.

“UMKM ini kita bina supaya siap jual. Pemerintah provinsi membantu dari sisi pemasaran agar produk mereka bisa dikenal lebih luas,” katanya.

Ia menjelaskan, dari puluhan pelaku usaha yang telah terdaftar, prioritas akan diberikan kepada UMKM yang telah memiliki usaha yang berkembang dan siap dipromosikan pada Trade Expo Indonesia ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

TEI sendiri merupakan pameran dagang internasional yang menjadi wadah pertemuan antara eksportir dalam negeri dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Brian menilai komoditas kopi asal Papua Tengah yang berasal dari wilayah Paniai, Dogiyai, dan Puncak memiliki kualitas yang menjanjikan untuk menembus pasar ekspor. Namun, keberlanjutan pasokan bahan baku masih menjadi tantangan yang harus diperhatikan.

“Tapi kalau mau ekspor, kita butuh bahan baku yang banyak dan berkelanjutan. Karena itu petani kopi juga harus kita tingkatkan kapasitasnya,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara Disperindagkop tingkat provinsi dan kabupaten dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan seluruh Disperindagkop kabupaten agar lebih fokus dalam mendukung dan memberdayakan pengusaha asli Papua (OAP).

“Disperindagkop kabupaten itu ujung tombak karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *