Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pemkot Jayapura Sebut Penataan Kawasan Kumuh Tingkatkan Akses Air Bersih dan Sanitasi

13
×

Pemkot Jayapura Sebut Penataan Kawasan Kumuh Tingkatkan Akses Air Bersih dan Sanitasi

Share this article
Kanan ke kiri: Mendagri Tito Karnavian didampingi Wali Kota Jayapura Abisai Rollo melakukan kunjungan ke lokasi penanganan kawasan di Dok IX, Kota Jayapura, Senin (22/6/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkot Jayapura

Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, menilai program penataan kawasan kumuh yang dijalankan pemerintah memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan permukiman. Selain memperbaiki kondisi kawasan, program tersebut juga memperluas akses masyarakat terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai.

“Selain itu juga mewujudkan hunian yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat Kota Jayapura,” ujar Wali Kota Jayapura Abisai Rollo di Jayapura, dilansir, Rabu (24/6/2026).

Abisai mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kota Jayapura, terutama warga yang bermukim di kawasan kumuh Dok IX, Distrik Jayapura Utara. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Dalam Negeri yang terus mendampingi dan memberikan perhatian kepada Kota Jayapura,” kata Abisai.

Ia menegaskan Pemkot Jayapura akan terus mendukung berbagai program pemerintah pusat dan berkomitmen membantu masyarakat sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki daerah.

“Pemerintah terus hadir dan berupaya memberikan pelayanan serta bantuan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan melalui kemampuan anggaran daerah yang tersedia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan ke kawasan Dok IX, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, Senin (22/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program penataan kawasan kumuh yang mencakup pembangunan sarana sanitasi, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta peningkatan infrastruktur permukiman warga.

Menurut Tito, kawasan Dok IX masih membutuhkan penanganan lebih lanjut karena sejumlah persoalan mendasar masih ditemukan. Mulai dari penumpukan sampah, minimnya sistem drainase, kondisi jembatan kayu yang sudah tidak layak digunakan, hingga akses air bersih yang belum menjangkau seluruh warga.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap kualitas lingkungan permukiman masyarakat semakin baik sehingga tercipta kawasan hunian yang sehat, aman, dan layak bagi warga Kota Jayapura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *