Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Papua Diyakini Akan Jadi Mercusuar Indonesia Timur

41
×

Papua Diyakini Akan Jadi Mercusuar Indonesia Timur

Share this article
Sekretaris MPSI, Charles Kossay. Dokumentasi pribadi
Sekretaris MPSI, Charles Kossay. Dokumentasi pribadi

Papua diyakini akan menjadi mercusuar Indonesia Timur ke depannya. Hal ini terlihat dari berbagai program dan kebijakan pemerintah untuk membangun dan memajukan “Bumi Cenderawasih”.

Sekretaris Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Charles Kossay, menyampaikan, Papua memiliki semua modal untuk maju. Dicontohkannya dengan kekayaan alam luar biasa, keanekaragaman budaya tak tertandingi, posisi geostrategis berbatasan langsung dengan Pasifik, serta generasi muda orang asli Papua (OAP) semakin terdidik, percaya diri, dan siap memimpin daerahnya sendiri.

“Saya tidak sependapat jika ada yang bilang triliun dana otsus ke Papua sebagai proyek belas kasihan. Salah itu karen aPapua adalah investasi terbesar bangsa ini untuk masa depan Indonesia Timur. Ketika Papua maju, jalan-jalannya terbuka, sekolah-sekolahnya terisi, dokternya cukup, dan anak-anak OAP memimpin di berbagai bidang, seluruh kawasan timur Indonesia akan ikut terangkat. Papua adalah lokomotif yang ketika bergerak maju akan menarik gerbong-gerbong di belakangnya,” tuturnya, Selasa (14/4/2026).

Kendati demikian, Charles mengingatkan, masa depan Papua yang gemilang itu tidak bisa dibangun di atas fondasi yang retak. Rekonsiliasi sosial adalah prasyarat mutlak yang tidak bisa dilewati. Sayangnya, 20 tahun lebih konflik dilatarbelakangi gerakan separatis meninggalkan luka mendalam dan sulit dipulihkan hanya dengan pembangunan fisik.

“Rekonsiliasi bukan berarti melupakan sejarah atau memaklumi kekerasan. Rekonsiliasi berarti memilih untuk membangun masa depan bersama dengan mengakui bahwa masa lalu tidak sempurna sambil berkomitmen bahwa hari esok akan lebih adil,” jelasnya.

“Dua puluh tahun lagi, saya ingin kita bisa melihat Papua di mana anak-anak OAP menjadi dokter, insinyur, diplomat, dan pemimpin daerah yang membangun Papua dengan tangan mereka sendiri, tidak ada lagi kampung yang terisolasi, tidak ada lagi ibu yang meninggal karena melahirkan tanpa tenaga medis. Itulah Papua yang sedang kita bangun bersama. Dan tidak ada yang boleh menghentikan perjalanan itu,” tandas Charles.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *