Negara akan dinilai abai terhadap kewajibannya memberikan rasa aman kepada masyarakat jika tidak mengerahkan pasukan keamanan di tengah situasi konflik. Demikian pula dalam insiden berdarah di Distrik Sinak dan Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada 13-17 April 2026.
“Dalam perspektif komunikasi politik, negara tidak boleh absen di tengah krisis keamanan. Justru kehadiran aparat menjadi simbol bahwa negara tetap menjalankan fungsinya melindungi warga,” ucap akademisi Universitas Indonesia Esa Unggul, Syurya M. Nur, pada, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, respons aparat TNI-Polri terhadap rangkaian kekerasan, termasuk aksi pembakaran rumah warga dan gangguan bersenjata, harus dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas negara di mata publik. Ketika aparat bertindak cepat dan terukur, hal tersebut mengirimkan pesan bahwa negara memiliki kapasitas untuk mengendalikan situasi dan melindungi masyarakat dari segala ancaman.
“Pesan yang ditangkap publik sangat ditentukan oleh konsistensi tindakan negara. Jika aparat tidak hadir atau ragu bertindak, maka ruang ketidakpastian akan terbuka dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan,” terangnya.
Syurya melanjutkan, setiap wacana terkait kebijakan keamanan perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi yang melemahkan kepercayaan publik terhadap negara. Oleh karena itu, stabilitas narasi publik menjadi penting untuk memastikan masyarakat tetap merasa terlindungi dan tidak terombang-ambing oleh informasi yang kontradiktif.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi yang menenangkan, yang menunjukkan bahwa negara hadir, bekerja, dan berpihak pada keselamatan warga. Ini penting untuk menjaga kohesi sosial di tengah situasi yang sensitif,” jelasnya.
Kendati demikian, Syurya mendorong pendekatan keamanan yang dijalankan TNI-Polri tetap diiringi dengan strategi komunikasi publik yang transparan, akuntabel, dan empatik. Dengan demikian, upaya menjaga stabilitas di Distrik Sinak dan Distrik Pogoma tidak hanya efektif di lapangan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara dalam jangka panjang.













