Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

52 UMKM Ramaikan Festival Ekonomi Papua Pegunungan 2026

21
×

52 UMKM Ramaikan Festival Ekonomi Papua Pegunungan 2026

Share this article
Sebanyak 52 pelaku usaha mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti Festival UMKM 2026 yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan. Foto: Antara

Jakarta – Sebanyak 52 pelaku usaha mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti Festival UMKM 2026 yang digelar oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah sekaligus mempromosikan produk unggulan lokal.

Festival tersebut resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Papua Pegunungan Wasuok D. Siep yang mewakili Gubernur Papua Pegunungan John Tabo di Wamena, Kamis. Wasuok menilai penyelenggaraan Festival UMKM memiliki peran strategis karena sektor usaha kecil menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi kepada DPMPTSP yang telah menginisiasi penyelenggaraan Festival UMKM ini. Di balik usaha kecil yang kita lihat, ada keluarga yang menggantungkan hidupnya, ada lapangan pekerjaan yang tercipta dan ada harapan masyarakat memperoleh kehidupan lebih baik,” katanya dikutip Antara, Kamis (9/7/2026).

Festival yang berlangsung pada 9–10 Juli 2026 itu menghadirkan beragam jenis usaha, terdiri atas 24 UMKM rajutan, tiga UMKM aksesori, tujuh UMKM kuliner, satu UMKM desain kain bermotif Papua Pegunungan, satu UMKM lukisan wajah, dua UMKM suvenir, enam UMKM kopi, satu UMKM buah, satu UMKM noken, serta dimeriahkan enam grup band.

Menurut Wasuok, Papua Pegunungan memiliki kekayaan sumber daya dan produk lokal yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi, mulai dari kopi, hasil pertanian, kerajinan tangan, noken, kuliner khas, hingga karya kreatif generasi muda yang bernilai jual tinggi.

“Tantang kita hari ini bukan lagi pada kurangnya potensi, tetapi bagaimana potensi tersebut mampu berkembang menjadi produk yang berkualitas, memiliki daya saing serta mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Festival UMKM menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Papua Pegunungan kepada masyarakat, memperluas jaringan pemasaran, membuka peluang kerja sama, sekaligus menarik minat investor untuk menanamkan modal di daerah tersebut.

“Pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk terus menerus mendorong pertumbuhan UMKM di Papua Pegunungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Papua Pegunungan Suryani Yigibalom mengatakan Festival UMKM 2026 diselenggarakan untuk memperkuat sektor UMKM, meningkatkan investasi daerah, serta mendorong hilirisasi produk unggulan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat.

“Kami berharap Festival UMKM tahun tahun ini maupun tahun depan dihadiri seluruh delapan kabupaten dengan membawa keunggulan potensi daerahnya masing-masing dari berbagai sektor,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *