Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pemkot Sorong Perkuat Kolaborasi Tekan HIV, TBC, dan Malaria

30
×

Pemkot Sorong Perkuat Kolaborasi Tekan HIV, TBC, dan Malaria

Share this article
Foto: Ilustrasi/Istimewa

Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Papua Barat Daya, mengintensifkan kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kasus HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di daerah tersebut.

Asisten III Bidang Umum Sekretariat Daerah Kota Sorong Musa Fonataba mengatakan, pengendalian ketiga penyakit itu tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, organisasi nonpemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Untuk mencapai target pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria diperlukan kolaborasi serta kemitraan lintas sektor agar upaya pencegahan dan pengendalian dapat berjalan lebih efektif,” katanya di Sorong, dilansir Antara, Jumat (10/7/2026).

Musa menjelaskan tingginya angka kasus HIV/AIDS, TBC, dan malaria masih menjadi perhatian dunia karena setiap tahun menginfeksi jutaan orang serta menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sorong, jumlah kasus baru HIV meningkat dari 215 kasus pada 2024 menjadi 318 kasus pada 2025.

“Adapun kasus malaria pada 2025 tercatat sebanyak 1.139 kasus sehingga membutuhkan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Musa, Indonesia telah menetapkan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional, sekaligus menargetkan eliminasi ketiga penyakit tersebut pada 2030.

Sejalan dengan target nasional itu, Pemerintah Kota Sorong terus menyelaraskan program pembangunan daerah melalui perencanaan yang terintegrasi agar upaya pengendalian penyakit dapat berjalan lebih efektif.

Ia menilai forum kemitraan lintas sektor menjadi sarana strategis untuk memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus menyusun langkah bersama dalam mempercepat penurunan kasus HIV/AIDS, TBC, dan malaria.

“Melalui forum ini kami berharap lahir kesepakatan bersama dan penguatan kerja sama lintas sektor sehingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih efektif,” katanya.

Musa juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya atas dukungan dan pendampingan dalam penyelenggaraan forum tersebut sebagai bagian dari penguatan sinergi pengendalian penyakit menular di wilayah Sorong.

Ia mengajak seluruh peserta forum untuk berpartisipasi aktif dalam pembahasan sehingga menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan guna mendukung target eliminasi HIV/AIDS, TBC, dan malaria di Kota Sorong pada 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *