Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

PBB Akui Kehebatan Indonesia, Prabowo: Kita Melompat!

24
×

PBB Akui Kehebatan Indonesia, Prabowo: Kita Melompat!

Share this article
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Senin (20/7/2026).

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kabar membanggakan terkait kemajuan sektor pendidikan nasional. Menurutnya, inovasi digitalisasi pendidikan Indonesia berhasil meraih penghargaan bergengsi dari International Telecommunication Union (ITU), badan khusus di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia berhasil menempati posisi teratas dari 122 negara pada kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.

“Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB. International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita, Indonesia, dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan,” kata Prabowo.

Penghargaan yang dimaksud merupakan World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes yang diumumkan pada 9 Juli 2026. Dalam ajang tersebut, Indonesia yang diwakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) meraih juara pertama melalui inovasi Rumah Pendidikan.

Rumah Pendidikan merupakan platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu aplikasi. Melalui platform tersebut, peserta didik dapat mengakses ribuan materi pembelajaran secara gratis, sementara para guru memiliki ruang untuk berkolaborasi, bertukar pengalaman, dan berbagi metode pembelajaran.

Presiden menjelaskan, aplikasi itu telah menyediakan 4.843 materi pembelajaran dan kini dimanfaatkan oleh sekitar 6,9 juta pengguna. Kehadirannya dinilai sangat membantu pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa dan tenaga pendidik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat,” terangnya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak cepat merasa puas dengan capaian tersebut. Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan pendidikan nasional masih harus terus dilakukan.

Pemerintah, kata dia, akan melanjutkan percepatan transformasi digital di sektor pendidikan agar seluruh anak Indonesia memperoleh akses yang setara terhadap pembelajaran berkualitas.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pemerintah berencana mendistribusikan 700.000 panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau paling lambat semester pertama 2027. Program itu ditargetkan menambah sedikitnya tiga layar interaktif di setiap sekolah.

“Apa artinya ini? Artinya bahwa anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *