Jakarta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke menegaskan pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah kampung harus menjadi prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia di Papua Selatan. Setiap anak, termasuk yang tinggal di daerah terpencil maupun kawasan yang mengalami percepatan pembangunan, dinilai berhak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Thamrin Hamzah, saat mengikuti Konsultasi Publik bertajuk “Perumusan Model Pendidikan Nonformal Berbasis Komunitas, Pendampingan Belajar, dan Pengasuhan yang Berakar pada Budaya Lokal dalam Menjaring Aspirasi, Menyelaraskan Aksi, Mewujudkan Generasi Papua Unggul” yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Aula Anim Ha, Merauke, Jumat (24/7/2026).
Thamrin mengatakan Pemerintah Kabupaten Merauke terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kampung melalui berbagai program afirmasi agar kesempatan belajar dapat dinikmati secara lebih merata.
“Pemerintah Kabupaten Merauke terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kampung melalui berbagai program afirmasi,” kata Thamrin Hamzah kepada wartawan.
Salah satu upaya yang dilakukan, lanjutnya, adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik berprestasi dari kampung untuk melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah di kota yang memiliki fasilitas dan layanan pendidikan lebih memadai.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang memiliki potensi tetap mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, pemerintah memberikan ruang bagi peserta didik berprestasi dari kampung untuk melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas dan layanan yang lebih memadai,” ujarnya.
Selain program afirmasi, pemerintah juga telah menetapkan sejumlah sekolah sebagai pilot project yang berfungsi sebagai sekolah percontohan sekaligus sekolah penampung bagi peserta didik dari wilayah tertentu. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas pemerataan akses sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Merauke.
Thamrin mengakui masih terdapat tantangan berupa keterbatasan tenaga pendidik di sejumlah sekolah yang berada di wilayah kampung. Untuk mengatasi persoalan itu, pemerintah daerah tengah menyelesaikan status guru honorer yang belum memiliki kepastian serta melakukan pengangkatan guru kontrak guna mengisi kebutuhan tenaga pengajar, terutama di sekolah yang mengalami kekurangan guru akibat pensiun.
“Pemenuhan tenaga pendidik menjadi perhatian kami. Pemerintah terus berupaya agar sekolah-sekolah di kampung tetap memiliki guru yang cukup sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut Thamrin, keberhasilan pembangunan di Papua, termasuk pelaksanaan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Merauke, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat lokal. Ia menilai pembangunan fisik akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila generasi muda Papua dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas.
“Pembangunan fisik akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila generasi muda Papua dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas sehingga mampu mengambil bagian dalam berbagai peluang yang tercipta,” tandasnya.
Ia menambahkan pembangunan harus menjadi momentum bagi anak-anak Papua untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan. Oleh sebab itu, sektor pendidikan tidak boleh tertinggal dari laju pembangunan yang sedang berlangsung.
“Generasi muda, khususnya anak-anak masyarakat adat di kampung, harus dipersiapkan agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan daya saing untuk menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Thamrin juga menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar benar-benar difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan, pemenuhan tenaga pendidik, pembangunan sarana pendidikan, serta pemerataan layanan pendidikan hingga ke kampung-kampung.
“Melalui pengelolaan Dana Otsus yang tepat sasaran, kami berharap kualitas pendidikan di Merauke terus meningkat. Dengan demikian, setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun bangsa,” pungkasnya.













