Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Kemenag Papua: Kerukunan Jadi Kunci Menjaga Perdamaian

47
×

Kemenag Papua: Kerukunan Jadi Kunci Menjaga Perdamaian

Share this article

Jayapura – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menilai kerukunan umat beragama menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga perdamaian dan keharmonisan kehidupan masyarakat di Tanah Papua.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat komunikasi, membuka ruang dialog, serta membangun kerja sama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kemenag Papua Sarono mengatakan upaya menjaga perdamaian perlu menempatkan kepentingan kemanusiaan sebagai pijakan utama, sekaligus mempererat hubungan antarelemen masyarakat.

“Program sebaik apapun harus berlandaskan pada kepentingan kemanusiaan. Karena itu peningkatan kerukunan umat beragama menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama,” katanya di Jayapura, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Sarono, kerukunan antarumat beragama tidak sebatas menjaga hubungan antara pemeluk agama yang berbeda. Nilai tersebut juga menjadi dasar untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan di Papua.

Ia mengatakan perbedaan latar belakang dan pandangan merupakan bagian dari keberagaman masyarakat. Karena itu, perbedaan perlu dikelola melalui komunikasi yang terbuka dan sikap saling menghormati.

“Pada Kamis (17/9/2026) kami melakukan dialog perdamaian dengan melibatkan seluruh tokoh agama, pemerintah, lembaga masyarakat sipil, akademisi, tokoh adat, dan elemen lainnya, dimana hal ini sangat perlu dilakukan guna terus menjaga kerukunan umat beragama Papua,” ujarnya.

Dialog perdamaian tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antarelemen masyarakat. Forum itu mempertemukan tokoh agama, pemerintah, lembaga masyarakat sipil, akademisi, tokoh adat, serta unsur masyarakat lainnya.

Sarono mengatakan dialog dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dan pandangan. Dengan komunikasi yang terus terjaga, perbedaan diharapkan dapat dikelola secara terbuka dengan mengedepankan sikap saling menghormati.

“Perbedaan latar belakang maupun pandangan di tengah masyarakat merupakan bagian dari keberagaman yang perlu dikelola melalui komunikasi dan sikap saling menghormati,” kata Sarono.

Ia menambahkan, kerukunan yang kuat dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk bekerja sama menjaga keamanan sekaligus memperkuat persaudaraan.

Kerja sama lintas elemen juga dinilai penting dalam menangani berbagai persoalan kemanusiaan secara bersama-sama. Karena itu, upaya membangun kerukunan diharapkan tidak berhenti pada forum dialog.

“Kami berharap upaya membangun kerukunan tidak berhenti pada forum dialog, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja sama dan langkah konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Sarono.

Kemenag Papua terus mendorong penguatan kerukunan umat beragama sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dialog lintas agama dan lintas unsur masyarakat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi. Selanjutnya, semangat tersebut diharapkan diwujudkan melalui kerja sama dan berbagai langkah konkret yang berorientasi pada kepentingan kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *