Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Wamen Fajar Tanamkan Semangat Kepemimpinan kepada Siswa Papua di Bogor

46
×

Wamen Fajar Tanamkan Semangat Kepemimpinan kepada Siswa Papua di Bogor

Share this article
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq. Foto: Antara

Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mendorong siswa asal Papua untuk terus mengembangkan potensi dan membangun kepercayaan diri agar kelak mampu menjadi pemimpin serta memberikan kontribusi bagi daerah asalnya.

Pesan tersebut disampaikan Fajar saat mengunjungi Sekolah Anak Indonesia (SAI) di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikutip Antara, Jumat (25/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia berdialog langsung dengan para siswa mengenai pengalaman belajar dan cita-cita mereka.

“Ini adalah masa depan pemimpin Papua dan masa depan Indonesia. Siap memimpin Indonesia?” kata Fajar saat berdialog dengan para siswa.

Fajar menegaskan bahwa kesempatan menjadi pemimpin terbuka bagi setiap anak, tanpa dibatasi oleh latar belakang suku maupun daerah asal. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan, persatuan, dan penghargaan terhadap keberagaman.

“Pendidikan dan agama mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan menghargai. Apa pun agama dan suku kita, kita adalah Indonesia. Papua adalah Indonesia. Siapa pun, dari mana pun asalnya, boleh menjadi pemimpin Indonesia,” ujarnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah siswa menyampaikan pengalaman selama menempuh pendidikan di SAI serta mengungkapkan cita-cita mereka. Seorang siswi asal Nabire mengatakan kehidupan di asrama membuatnya semakin mandiri dan lebih fokus belajar. Ia juga bercita-cita menjadi pramugari.

Siswi lainnya yang berasal dari Intan Jaya memiliki cita-cita menjadi dokter. Ia ingin berkontribusi memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di daerah asalnya yang masih membutuhkan layanan tersebut.

Sementara itu, siswa asal Intan Jaya bernama Estus bertanya mengenai cara pendidikan mengembangkan bakat siswa tanpa membatasi kebebasan mereka dalam proses belajar.

Menanggapi hal tersebut, Fajar menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong model pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Siswa juga diberikan ruang untuk bertanya, berdiskusi, berpikir kritis, serta mengembangkan minat dan bakat masing-masing.

“Kami mendorong pendidikan yang membebaskan, yang memberikan ruang bagi anak untuk bertanya, berdialog, serta mengembangkan minat dan bakatnya. Saya melihat pendekatan tersebut sudah dipraktikkan di sekolah ini,” kata Fajar.

Fajar turut mengapresiasi pendekatan pendidikan yang diterapkan SAI karena mengaitkan proses pembelajaran dengan budaya dan kehidupan sehari-hari siswa.

Sejumlah metode diterapkan melalui pendekatan tersebut, di antaranya memanfaatkan busur panah sebagai media pembelajaran matematika dan seni ukir Asmat untuk mendorong kreativitas siswa.

“Inilah pendidikan yang memanusiakan manusia, terkoneksi dengan alam, mengembangkan bakat, dan memperkuat kemandirian anak,” ujarnya.

SAI merupakan sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak Papua dan dikelola Yayasan Alirena. Sekolah tersebut menerapkan pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada potensi anak, budaya, serta lingkungan alam.

Fajar berharap proses pendidikan yang dijalani para siswa di SAI dapat menjadi bekal bagi mereka ketika kembali ke daerah asal. Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan dapat mengambil peran dan berkontribusi dalam pembangunan Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *