Budaya Papua merupakan bagian penting dari kekayaan bangsa Indonesia yang berperan besar dalam mempererat persatuan nasional. Keberagaman tradisi, bahasa, seni, hingga nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Papua tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga memperkaya jati diri Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
Identitas Papua, ungkap Direktur Politeia Institute Indonesia (PII), Marselinus Gual, telah menyatu dalam bingkai kebangsaan Indonesia dan menjadi elemen penting dalam membangun kohesi sosial bahkan bagian fundamenta dari fondasi kebudayaan nasional.
“Budaya Papua adalah kekayaan nasional yang memperkuat persatuan. Keberagaman yang dimiliki Papua menjadi perekat yang meneguhkan Indonesia sebagai bangsa yang inklusif dan berdaulat,” jelasnya, Selasa (5/5/2026).
Marsel, sapaannya, melanjutkan, integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya dimaknai sebagai kesatuan wilayah, tetapi juga sebagai kesatuan identitas dan kebudayaan. “Kita melihat bahwa Papua tetap tumbuh dengan kekhasan budayanya, tetapi dalam saat yang sama menjadi bagian utuh dari Indonesia. Ini adalah wujud nyata persatuan dalam keberagaman.”
Menurutnya, kebanggaan sebagai orang Papua dan sebagai bagian dari Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ia pun berharap orang asli Papua (OAP) terus menjaga identitas lokalnya melalui pelestarian budaya dan adat istiadat. Sebab, hal itu akan memperkuat posisi Papua sebagai bagian strategis dalam masa depan Indonesia.
Ia juga mengajak masyarakat terus menjaga persatuan dengan menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan bersama. Marsel mengingatkan bahwa masa depan Indonesia bergantung pada kemampuan seluruh anak bangsa merawat harmoni dan memperkuat solidaritas nasional.
“Budaya Papua adalah bagian dari kekuatan Indonesia. Di sanalah kita melihat bahwa persatuan bukan sekadar konsep, tetapi kenyataan yang hidup dan terus tumbuh,” katanya.













