Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Jenguk Korban Kontak Tembak di Tembagapura, LMA Mimika Serukan Kepedulian dan Perdamaian

25
×

Jenguk Korban Kontak Tembak di Tembagapura, LMA Mimika Serukan Kepedulian dan Perdamaian

Share this article
Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk Apeliu Magai, warga sipil korban kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura, Papua Tengah, di RSUD Mimika pada Selasa (12/5/2026). Dok. pribadi
Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk Apeliu Magai, warga sipil korban kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura, Papua Tengah, di RSUD Mimika pada Selasa (12/5/2026). Dok. pribadi

Anggota Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika, Jerry Alom, menjenguk Apeliu Magai, warga sipil korban kontak tembak pada 8 Mei 2026 antara aparat keamanan dan kelompok separatis teroris Papua di kawasan Mile 68 Tembagapura. Apeliu saat ini berada dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Mimika.

Dengan wajah penuh keprihatinan, Jerry menyampaikan rasa duka dan kepeduliannya kepada korban serta keluarga yang diliputi kecemasan. Ia menuturkan bahwa kondisi Apeliu sangat memprihatinkan dan dalam waktu dekat akan menjalani operasi untuk menyelamatkan nyawanya.

“Kami datang sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan. Saudara kami Apeliu Magai saat ini dalam kondisi kritis dan akan menjalani operasi medis. Kami berharap semua pihak memberi perhatian serius agar korban bisa mendapatkan penanganan terbaik dan keluarganya juga diperhatikan,” ujarnya, Selasa (13/5/2026).

Menurutnya, masyarakat sipil tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung penderitaan akibat konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Papua, khususnya di kawasan Tembagapura dan sekitarnya. Ia berharap tragedi seperti ini tidak kembali terulang karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil.

“Korban rakyat kecil ini bukan hanya mengalami luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Kami berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Papua butuh ketenangan, masyarakat butuh rasa aman untuk hidup dan mencari nafkah,” tuturnya.

Jerry juga memohon perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terhadap kondisi korban dan keluarganya yang saat ini menghadapi beban berat, baik secara kesehatan maupun ekonomi. Ia menilai, keluarga korban membutuhkan dukungan nyata agar tetap kuat mendampingi proses pengobatan yang sedang berlangsung.

“Kami mohon Pemerintah Kabupaten Mimika hadir membantu biaya dan kebutuhan keluarga korban. Saat kondisi seperti ini, keluarga sangat membutuhkan uluran tangan karena mereka sedang menghadapi situasi yang berat secara ekonomi maupun psikologis,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan kemanusiaan dan menjaga situasi tetap kondusif demi keselamatan warga sipil di Papua. Menurutnya, tidak ada keluarga yang siap kehilangan orang yang mereka cintai akibat konflik yang berkepanjangan.

“Jangan biarkan rakyat kecil terus menjadi korban. Kami semua punya tanggung jawab menjaga kedamaian tanah Papua agar anak-anak bisa hidup tenang, masyarakat bisa bekerja, dan keluarga tidak lagi menangis karena konflik,” tutup Jerry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *