Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Tokoh Suku Sebyar: Papua Ada di Dalam Indonesia Sejak Awal

26
×

Tokoh Suku Sebyar: Papua Ada di Dalam Indonesia Sejak Awal

Share this article
Peneliti MPSI, Malkin Kosepa. Dokumentasi pribadi
Peneliti MPSI, Malkin Kosepa. Dokumentasi pribadi

Sejumlah tokoh Papua turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Frans Kaisiepo, Marthen Indey, Johannes Abraham Dimara, Silas Papare, dan Machmud Singgirei Rumagesa, misalnya.

Tokoh adat Suku Sebyar, Malkin Kosepa, menyatakan, hal ini menunjukkan bahwa Papua seperti kepingan puzzle sejarah Indonesia. “Indonesia tidak akan menjadi Indonesia jika tidak ada Papua di dalamnya,” katanya, Senin (4/5/2026).

Jejak tersebut juga menjadi fondasi penting untuk memahami bahwa Papua bukan sekadar wilayah geografis, melainkan bagian hidup dari perjalanan nasional yang terus berlanjut hingga kini. “Papua bukan datang belakangan dalam sejarah Indonesia. Kami ada di dalamnya, berjuang bersama, dan terus menjadi bagian dari masa depan bangsa ini,” ucapnya.

Malkin melanjutkan, integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan keputusan final dan telah menjadi konsensus nasional bahkan diakui dunia internasional. Baginya, integrasi tersebut bukan hanya soal politik atau administratif, melainkan juga tentang kesatuan identitas dan masa depan bersama.

Ia mengungkapkan bahwa masyarakat Papua, termasuk Suku Sebyar, memandang kehadiran negara sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan dan membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Papua. Oleh karena itu, kebanggaan sebagai orang Papua dan sebagai bagian dari Indonesia bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi.

“Identitas lokal tetap terjaga melalui budaya, bahasa, dan adat istiadat, sedangkan identitas nasional memberikan ruang yang lebih luas untuk berkembang dalam kerangka persatuan. Kami bangga sebagai orang Papua. Kami juga bangga sebagai bagian dari Indonesia. Ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Malkin menilai bahwa kehadiran negara di Papua semakin nyata melalui berbagai program infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah-langkah tersebut dianggapnya sebagai komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal sekaligus memperkuat rasa kebangsaan di tengah keberagaman budaya.

“Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan dengan menjadikan sejarah sebagai pijakan bersama. Masa depan Papua dan Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Keberagaman budaya menjadi modal sekaligus kekuatan untuk melangkah maju,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *