Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

10 Eks Anggota OPM Kodap IV/Sorong Raya Kembali Setia kepada NKRI

30
×

10 Eks Anggota OPM Kodap IV/Sorong Raya Kembali Setia kepada NKRI

Share this article
Sebanyak 10 orang yang sebelumnya bergabung dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya resmi menyatakan kembali ke pangkuan NKRI. Foto: Antara

Jakarta – Sebanyak 10 orang yang sebelumnya bergabung dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya resmi menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga berkomitmen mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah Papua.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, sepuluh mantan anggota OPM tersebut berasal dari Kowip I, Batalyon Ofir, dan Batalyon Sair yang berada di bawah struktur Kodap IV/Sorong Raya.

“Puji syukur hari ini kita semua menyaksikan sepuluh mantan anggota OPM mengucapkan janji setiap kepada NKRI,” kata Lucky dilansir Antara, Jumat (26/6/2026).

Menurut Lucky, keputusan para mantan kombatan itu untuk kembali ke NKRI tidak terjadi secara instan. Prosesnya ditempuh melalui pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan jajaran Kodam XVIII/Kasuari bersama pemerintah daerah serta tokoh masyarakat di wilayah setempat.

Ia menjelaskan, dari sepuluh orang yang kembali tersebut terdapat sejumlah unsur pimpinan kelompok, mulai dari komandan batalyon, wakil komandan, hingga anggota lainnya yang sebelumnya tergabung dalam Kodap IV/Sorong Raya.

“Proses kembalinya sepuluh anggota OPM beserta keluarga mereka ke kurang lebih sebanyak 37 orang, berlangsung cukup panjang, hampir enam bulan,” ujarnya.

Lucky menuturkan, kesepuluh mantan anggota OPM bersama keluarganya sepakat dijemput personel TNI di Pos Meyerga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni. Kesepakatan itu tercapai setelah Satuan Tugas Yonif 410/Alugoro melakukan komunikasi secara intensif dalam beberapa bulan terakhir.

Setelah proses penjemputan, Kodam XVIII/Kasuari berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni guna menyiapkan program pembinaan, pemasyarakatan, serta pemenuhan layanan dasar bagi mereka beserta keluarga.

“Mereka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan awal dan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan di Markas Kodam Kasuari, sehingga dapat dipastikan mereka sehat,” kata Lucky.

Ia berharap langkah yang diambil sepuluh mantan anggota OPM tersebut dapat menjadi contoh bagi kelompok separatis lainnya agar meninggalkan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan memilih kembali bergabung bersama masyarakat.

Menurutnya, pemerintah bersama aparat TNI-Polri siap memberikan pendampingan sekaligus menjamin hak-hak para mantan anggota OPM sebagai warga negara setelah menyatakan kesetiaan kepada NKRI.

“Kami memberikan jaminan keamanan sepenuhnya bagi mereka yang mau kembali ke pangkuan NKRI,” ucap Lucky.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang telah memfasilitasi proses kembalinya sepuluh mantan anggota OPM tersebut ke tengah masyarakat.

Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap seluruh aspirasi masyarakat, termasuk kritik terhadap pelayanan publik maupun pelaksanaan pembangunan, yang dapat disampaikan melalui mekanisme yang telah tersedia.

“Kalau mereka tidak puas dengan kinerja pemerintah, bisa disampaikan melalui jalur yang sudah ditentukan. Terima kasih hari ini sudah ada sepuluh yang kembali, semoga jumlahnya terus bertambah,” ucap Dominggus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *