Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

HMI Mimika: Generasi Muda Papua Harus Jadi Penjaga Damai dan Penggerak Perubahan

45
×

HMI Mimika: Generasi Muda Papua Harus Jadi Penjaga Damai dan Penggerak Perubahan

Share this article
Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Prayoga Romin Saputra, menegaskan bahwa generasi muda Papua memiliki peran strategis dalam menjaga perdamaian, memperkuat demokrasi, serta menentukan arah pembangunan daerah di masa depan.

Jakarta – Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Prayoga Romin Saputra, menegaskan bahwa generasi muda Papua memiliki peran strategis dalam menjaga perdamaian, memperkuat demokrasi, serta menentukan arah pembangunan daerah di masa depan. Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Papua, melainkan harus tampil sebagai pelopor perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Prayoga saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik “Suara Anak Muda Papua” bertema “Merawat Damai, Menguatkan Demokrasi, Menjemput Masa Depan yang Setara” yang berlangsung di Rest Area Coffee Shop, Timika, Kamis (26/6/2026).

Menurut Prayoga, Papua memiliki potensi besar untuk berkembang, baik dari sisi sumber daya alam, keragaman budaya, maupun kualitas generasi mudanya yang terus bertumbuh.

“Papua memiliki modal besar untuk maju, mulai dari kekayaan sumber daya alam, keragaman budaya, hingga potensi generasi mudanya,” katanya.

Namun demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan bersama, seperti ketimpangan pembangunan, keterbatasan akses pendidikan, tingginya angka pengangguran, serta minimnya keterlibatan anak muda dalam proses pengambilan kebijakan.

“Anak muda Papua bukan hanya pewaris masa depan, tetapi penentu arah perubahan hari ini. Karena itu, mereka tidak boleh hanya menyaksikan berbagai persoalan yang terjadi, melainkan harus menjadi bagian dari solusi melalui pemikiran, inovasi, dan tindakan nyata,” ujar Prayoga.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan Papua tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, organisasi kemasyarakatan, kewirausahaan, hingga pengawasan terhadap kebijakan publik.

“Perdamaian di Papua harus dipahami sebagai hadirnya rasa aman, keadilan, dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat,” tandasnya.

Karena itu, Prayoga mengajak generasi muda untuk menjadi perekat persatuan melalui pendekatan dialog, musyawarah, dan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang ada.

“HMI mengajak seluruh anak muda Papua untuk menolak politik kebencian, provokasi, maupun narasi yang dapat memecah belah masyarakat. Keberagaman yang dimiliki Papua harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah, bukan menjadi sumber perpecahan,” katanya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital di kalangan generasi muda Papua. Menurutnya, media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, penyebaran informasi positif, dan penguatan optimisme masyarakat.

“Mari kita gunakan media sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang menyebarkan informasi yang edukatif, optimistis, dan membangun, bukan menjadi sarana penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun disinformasi yang berpotensi mengganggu harmoni sosial,” tegasnya.

Dalam konteks demokrasi, Prayoga menilai partisipasi generasi muda tidak cukup hanya pada momentum pemilu. Anak muda, menurutnya, perlu terlibat aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang konstruktif, objektif, dan disertai solusi.

“Suara anak muda harus menjadi suara perubahan. Kritik yang disampaikan tidak boleh berhenti pada penolakan, tetapi harus menghadirkan gagasan yang mampu mendorong perbaikan dan kemajuan Papua,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda Papua yang berani mengambil peran sebagai pemimpin, akademisi, pengusaha, peneliti, maupun aktivis sosial sehingga mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Papua membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi penjaga perdamaian, penguat demokrasi, dan motor penggerak pembangunan. Masa depan Papua akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini,” tutup Prayoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *