Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat edukasi dan tata kelola perusahaan di Papua sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan pelaku usaha lokal memasuki pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa, mengatakan upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program edukasi dan literasi pasar modal yang menyasar pelaku usaha di berbagai sektor di Papua.
“Edukasi dan sosialisasi pasar modal kepada perusahaan di Papua menjadi bagian dari strategi kami untuk memperluas pemahaman pelaku usaha terhadap mekanisme pasar modal,” kata Kresna di Jayapura, Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, hingga saat ini masih banyak pelaku usaha di Papua yang belum memahami secara menyeluruh proses dan mekanisme perusahaan untuk melantai di bursa. Karena itu, BEI terus mendorong peningkatan pemahaman terkait tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi utama menuju perusahaan terbuka.
“Oleh sebab itu, kami gencar melakukan edukasi dan sosialisasi terkait perusahaan terbuka, terutama mengenai penguatan tata kelola perusahaan,” ujarnya.
Kresna menjelaskan, Papua memiliki sejumlah perusahaan lokal yang memiliki potensi untuk berkembang lebih besar. Namun, sebelum masuk ke pasar modal, perusahaan-perusahaan tersebut perlu memperkuat berbagai aspek, mulai dari tata kelola, kapasitas bisnis, hingga kesiapan aset.
Menurutnya, edukasi yang diberikan saat ini masih berada pada tahap awal, yakni memberikan pemahaman dasar mengenai proses go public, termasuk tahapan yang harus dilalui, pihak-pihak yang terlibat, serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan oleh perusahaan.
“Edukasi yang kami lakukan saat ini lebih difokuskan pada pengenalan dasar mengenai proses IPO, mulai dari tahapan, pihak yang harus dihubungi, hingga alur persiapan yang harus dilakukan perusahaan,” katanya.
Selain itu, pelaku usaha juga diberikan pemahaman mengenai tantangan yang akan dihadapi setelah resmi tercatat di bursa, termasuk strategi menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.
Kresna mengungkapkan, saat ini sudah terdapat beberapa perusahaan di Papua yang mulai menjalin komunikasi dengan BEI terkait peluang masuk ke pasar modal. Namun, pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal dan belum mengarah pada kesiapan untuk melakukan IPO.
“Kami berharap langkah edukasi ini dapat menjadi pondasi bagi perusahaan-perusahaan lokal Papua agar dalam beberapa tahun mendatang lebih siap memasuki pasar modal. Memang sudah ada beberapa perusahaan yang mulai berdiskusi, tetapi masih dalam tahap awal terkait kebijakan dan belum sampai pada kesiapan IPO,” ujarnya.













