Jakarta – Tim Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) melakukan kunjungan belasungkawa ke kediaman almarhum Kasimirus Kama Gebze di Kampung Semangga Jaya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (30/6/2026).
Rombongan MPSI dipimpin oleh Dr. Hendrik Arwam, Dr. Annas Fitrah Akbar, serta Ketua Bidang Advokasi MPSI, Muhammad Gusli Piliang. Kehadiran mereka disambut langsung oleh putra almarhum, Rudy Gebze, bersama anggota keluarga besar lainnya.
Ketua Bidang Advokasi MPSI Muhammad Gusli Piliang menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus ungkapan duka cita kepada keluarga besar almarhum.
Menurut Gusli, almarhum Kasimirus Kama Gebze merupakan salah satu tokoh adat dan tokoh masyarakat yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sosial serta pembangunan di wilayah Papua Selatan.
“Bagi MPSI, almarhum Bapak Kasimirus Kama Gebze adalah tokoh adat dan tokoh masyarakat yang memiliki jejak pengabdian panjang. Beliau tidak hanya menjaga martabat marga dan masyarakat adat, tetapi juga membuka ruang bagi putra-putri daerah untuk ikut berkiprah dalam pembangunan Papua,” ujar Gusli di Merauke.

Kasimirus Kama Gebze dikenal sebagai Ketua Marga Gebze Kampung Semangga Jaya. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Malin Anim dan menjadi salah satu anggota pertama Majelis Rakyat Papua (MRP) yang berasal dari Merauke.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal memiliki perhatian yang besar terhadap pemberdayaan dan peningkatan peran generasi muda Papua. Ia juga kerap memberikan dukungan moral maupun sosial kepada berbagai tokoh lokal di daerahnya.
Gusli menilai bahwa nilai keteladanan yang diwariskan almarhum perlu terus dijaga dan dilanjutkan, terutama dalam memperkuat partisipasi masyarakat adat serta kader-kader lokal dalam proses pembangunan daerah.
“Dalam konteks Papua Selatan, peran tokoh seperti beliau sangat penting. Pembangunan tidak boleh tercerabut dari akar adat, kultur, dan aspirasi masyarakat lokal,” kata Gusli.
Ia menambahkan bahwa kunjungan MPSI ke rumah duka tidak semata-mata sebagai bentuk penyampaian belasungkawa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai ketokohan yang telah diteladankan almarhum.
“Kami datang untuk menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus merawat hubungan baik dengan keluarga besar dan tokoh lokal. Bagi MPSI, perlindungan warga sipil dan pembangunan Papua harus bertumpu pada pendekatan kemanusiaan dan penghormatan terhadap masyarakat adat,” ujar dia.
Gusli juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Kasimirus Kama Gebze. Menurutnya, dedikasi dan pengabdian almarhum diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Papua Selatan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi keluarga, masyarakat adat, dan Papua Selatan. Namun, jejak pengabdian almarhum akan tetap menjadi inspirasi untuk memperkuat partisipasi masyarakat adat dan putra daerah dalam pembangunan,” pungkasnya.













