Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Kelas Inspirasi MPSI: Annas Sebut Kisah Samuel Doko Bukti Ketekunan Mengantarkan pada Kesuksesan

32
×

Kelas Inspirasi MPSI: Annas Sebut Kisah Samuel Doko Bukti Ketekunan Mengantarkan pada Kesuksesan

Share this article

Jakarta – Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) menggelar Kelas Inspirasi untuk memotivasi pelajar di wilayah perbatasan Papua melalui berbagi pengalaman dari sosok inspiratif. Kegiatan yang berlangsung di SMAN Plus Satu Atap Wasur, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (25/7/2026), menghadirkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Samuel Doko.

Koordinator Kajian Kebijakan MPSI, Annas Fitrah Akbar, mengatakan Kelas Inspirasi sengaja menghadirkan figur yang memiliki pengalaman hidup dekat dengan realitas yang dihadapi para pelajar Papua sehingga kisahnya lebih mudah dipahami dan menjadi sumber motivasi.

“Kami ingin anak-anak melihat bahwa keberhasilan tidak hanya dimiliki oleh mereka yang lahir dengan segala kemudahan. Samuel Doko adalah putra Papua yang melalui proses panjang, penuh tantangan, hingga akhirnya berhasil menjadi ASN. Kisah seperti inilah yang mampu menumbuhkan keyakinan bahwa masa depan dapat diperjuangkan,” ujar Annas.

Dalam kesempatan itu, Samuel menceritakan perjalanan hidupnya sejak menempuh pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Baginya, kesempatan kuliah di luar Papua menjadi awal perjuangan untuk membangun masa depan.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Samuel memilih kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki. Namun, kesempatan menjadi aparatur sipil negara belum langsung datang sehingga ia harus menjalani berbagai pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup.

Samuel kemudian bergabung sebagai penyelenggara pemilu dan bertugas hingga ke wilayah-wilayah pedalaman Papua. Dengan honor yang terbatas, ia tetap menjalankan tugas melewati medan yang sulit demi memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik.

“Saya pernah berada pada titik ketika gelar sudah saya miliki, tetapi pekerjaan tetap belum ada. Banyak orang mengira setelah lulus kuliah hidup akan langsung berubah. Faktanya, saya harus memulai dari pekerjaan yang sederhana, bahkan dengan penghasilan yang terbatas. Namun saya percaya, tidak ada proses yang sia-sia selama kita menjalaninya dengan sungguh-sungguh,” kata Samuel.

Ia mengaku sempat menghadapi keraguan dan kelelahan. Meski demikian, ia memilih terus melangkah karena percaya setiap pengalaman akan menjadi bekal untuk meraih kesempatan yang lebih baik.

“Saya belajar bahwa kesempatan tidak selalu datang ketika kita menginginkannya. Karena itu jangan berhenti hanya karena belum berhasil. Teruslah belajar, terus bekerja, dan jangan malu memulai dari bawah. Suatu saat perjuangan itu akan menemukan jalannya,” ujarnya.

Menurut Annas, perjalanan hidup Samuel menjadi contoh nyata bahwa ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah merupakan modal penting untuk meraih keberhasilan.

“Kehidupan memang harus diperjuangkan. Tidak semua orang langsung sampai pada tujuan setelah lulus sekolah atau kuliah. Ada yang harus melewati penolakan, bekerja dengan penghasilan yang terbatas, bahkan mengabdi di tempat-tempat yang jauh dari kenyamanan. Namun justru proses itulah yang membentuk karakter dan ketangguhan seseorang,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan Papua tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari lahirnya generasi muda yang memiliki rasa percaya diri, semangat belajar, dan kemauan untuk kembali membangun daerah asalnya.

“Kami berharap anak-anak Wasur dan Papua pada umumnya akan memahami bahwa pendidikan bukan sekadar memperoleh ijazah, tetapi membangun kapasitas diri agar mampu memberi manfaat bagi masyarakat. Ketika mereka melihat ada putra Papua yang pernah mengalami kesulitan yang sama, tetapi tetap bertahan hingga berhasil mengabdi sebagai ASN, maka mereka akan percaya bahwa mimpi itu bukan sesuatu yang mustahil,” ujar Annas.

Melalui program Kelas Inspirasi, MPSI berkomitmen menghadirkan lebih banyak tokoh dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman kepada para pelajar di Papua.

“Harapannya, kisah-kisah perjuangan tersebut dapat menumbuhkan optimisme, memperkuat karakter, serta mendorong lahirnya generasi muda Papua yang siap bersaing tanpa meninggalkan semangat mengabdi kepada tanah kelahirannya,” pungkas Annas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *