Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pemkot Sorong Siap Dukung Pertina Cetak Petinju Muda Berprestasi

2
×

Pemkot Sorong Siap Dukung Pertina Cetak Petinju Muda Berprestasi

Share this article
Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Sorong untuk memperkuat pembinaan sekaligus melahirkan atlet tinju muda berprestasi. Foto: Antara

Sorong – Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Sorong untuk memperkuat pembinaan sekaligus melahirkan atlet tinju muda berprestasi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Thamrin Tajudin, mengatakan pemerintah daerah membuka ruang kerja sama dengan kepengurusan baru Pertina Kota Sorong di bawah kepemimpinan Fredrik Marlisa.

Menurut Thamrin, tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga tinju menjadi modal penting untuk mengembangkan cabang olahraga tersebut, terutama di kalangan generasi muda.

“Kami melihat masyarakat antusias latihan tinju, bahkan sampai di pinggir-pinggir jalan dan pantai. Itu menunjukkan besarnya minat terhadap olahraga ini,” kata Thamrin di Sorong, Minggu.

Pemkot Siapkan Dukungan

Thamrin menilai olahraga tinju perlu mendapat perhatian karena banyak generasi muda yang menjadikannya sebagai sarana untuk menyalurkan minat dan bakat.

Ia berharap Pertina dapat menjadi wadah positif bagi anak muda sekaligus ikut membantu pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kota Sorong.

“Pemerintah tidak punya kekuatan sendiri tanpa semua yang hadir di tempat ini, khususnya pengurus Pertina. Besar harapan kami mari kita bekerja sama,” ujar Thamrin.

Pemkot Sorong, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan Wali Kota Sorong dan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk membahas bentuk dukungan terhadap Pertina. Salah satu yang akan dibicarakan adalah fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan organisasi.

Menurut Thamrin, pembinaan atlet tinju membutuhkan dukungan yang tidak sedikit. Kebutuhan tersebut meliputi penyediaan arena, perlengkapan latihan, hingga berbagai kebutuhan atlet selama menjalani pembinaan.

Pertina Fokus Bina Petinju Muda

Ketua Pertina Kota Sorong periode 2026–2029, Fredrik Marlisa, mengatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan penjaringan dan pembinaan petinju amatir usia muda.

Ia menekankan pembinaan harus dibangun dengan komitmen, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas.

“Inti dari semua ini adalah sebuah komitmen bersama, sportivitas yang perlu kita jaga dalam membangun olahraga, terutama tinju yang merupakan olahraga keras sehingga membutuhkan disiplin, komitmen dan sportivitas,” kata Fredrik.

Fredrik menegaskan proses pembinaan atlet tidak boleh hanya berorientasi pada penyelenggaraan pertandingan. Menurutnya, pembentukan atlet berprestasi harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Pembinaan prestasi ini harus berjenjang, tidak hanya event kemudian selesai. Itu menjadi bagian dari misi kami,” ujar dia.

39 Sasana Tinju Jadi Potensi Besar

Fredrik menyebut Kota Sorong memiliki potensi besar untuk mengembangkan olahraga tinju. Saat ini terdapat sekitar 39 sasana yang menjadi tempat berlatih para atlet.

Namun, keberadaan sasana tersebut perlu diimbangi dengan penyelenggaraan kompetisi secara rutin. Kejuaraan dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjadi tolok ukur hasil pembinaan.

“Bayangkan hari ini di Kota Sorong kurang lebih ada 39 sasana. Mereka berlatih, tetapi kalau tidak ada event, kasihan. Pada suatu saat bisa jenuh dan bosan,” kata dia.

Karena itu, Pertina berharap pemerintah daerah dan berbagai pihak dapat bersama-sama menghadirkan kompetisi yang menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengembangkan kemampuan. Kejuaraan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung di tingkat daerah, tetapi juga membuka peluang bagi atlet untuk bersaing di level nasional.

Fredrik juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara Pertina Kota Sorong, Pertina Provinsi Papua Barat Daya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Kami sangat siap dan akan membuka diri untuk itu semua. Pembinaan dan prestasi tidak bisa hanya secara horizontal, tetapi juga harus vertikal melalui perbincangan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *