Jakarta – Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong terbentuknya kerja sama dengan Pemerintah Belanda untuk mendukung peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan bagi Orang Asli Papua (OAP).
Wakil Ketua II MRP Roberth Horik mengatakan, peluang kerja sama tersebut dibahas saat pihaknya menerima kunjungan delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia di Gedung MRP, Kota Jayapura, Senin (21/9/2026).
“Dalam pertemuan tersebut delegasi Belanda menanyakan tugas dan fungsi MRP serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan hak dasar orang asli Papua,” katanya usai pertemuan dikutip dari Antara.
Roberth menjelaskan, MRP memiliki mandat untuk memperjuangkan dan melindungi hak-hak dasar OAP. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya turut menyampaikan sejumlah kebutuhan masyarakat yang masih memerlukan perhatian, terutama terkait layanan kesehatan dan pendidikan.
“Salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan kepastian jaminan kesehatan bagi masyarakat Papua, termasuk harapan agar Kartu Papua Sehat dapat kembali menjadi salah satu bentuk layanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.
Selain sektor kesehatan, MRP juga menyoroti pentingnya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi OAP. Atas dasar itu, MRP berharap Pemerintah Belanda dapat membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan.
“Dan kami melihat bahwa aspirasi yang disampaikan ini mendapatkan respons yang positif dari Wakil Kepala Misi atau Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia Adriaan Palm, sehingga diharapkan adanya tindak lanjut,” pungkasnya.
Roberth menambahkan, komunikasi antara MRP dan Pemerintah Belanda diharapkan tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Menurutnya, pembahasan lanjutan dapat diarahkan pada kerja sama yang lebih luas, termasuk pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kami juga berharap dapat melakukan kunjungan ke Belanda untuk membahas lebih lanjut peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat asli Papua,” katanya.













