Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Dispora Mimika Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Pelajar dan Mahasiswa

32
×

Dispora Mimika Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Pelajar dan Mahasiswa

Share this article
Dispora Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus mendorong upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK dan mahasiswa. Foto: AntaraNews

Jakarta – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus mendorong upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan memberikan edukasi kepada generasi muda, khususnya pelajar SMA/SMK dan mahasiswa.

Sekretaris Dispora Kabupaten Mimika Alberthin Timang mengatakan, pemahaman mengenai jenis serta risiko penyalahgunaan narkoba perlu diberikan sejak dini kepada kalangan pelajar dan mahasiswa. Edukasi tersebut disampaikan melalui kegiatan sosialisasi yang secara khusus membahas bahaya narkoba.

“Kegiatan kali ini kami fokus kepada para pelajar dan mahasiswa. Mereka ini diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang jenis dan bahaya dari narkoba,” ujarnya dilansir dari AntaraNews, Jumat (2/10/2026).

Sebanyak 150 pelajar dan mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Alberthin menyebut kegiatan itu menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam membangun kesadaran generasi muda agar mampu mengenali sekaligus mencegah ancaman narkoba di lingkungan mereka.

“Kegiatan ini dapat membentuk sikap antisipatif akan bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. mereka mengantisipasi diri dan lingkungannya agar narkoba ini tidak masuk di kalangan para pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan dampak kesehatan dan sosial akibat narkoba. Para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai aspek hukum yang harus dihadapi apabila seseorang terlibat dalam penyalahgunaan maupun kepemilikan narkotika.

“Nanti ada narasumber dari Kejaksaan Negeri Mimika yang memberikan materi tentang kesadaran hukum dan dampak hukum dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Dispora juga berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan mampu menjaga diri, keluarga, serta lingkungan sekitar dari pengaruh peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Mereka bisa mengajak generasi muda yang lainnya , membantu pemerintah mensosialisasikan kepada kalangan muda tentang bahaya dari penggunaan narkoba mulai dari dampaknya bagi kesehatan dan juga dampak secara hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika Ruslan Awunbas mengapresiasi langkah Dispora Mimika menggelar kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kepada pelajar menjadi penting melihat perkembangan peredaran narkotika di wilayah Mimika.

“Mimika hari ini peredaran narkotika sudah masuk ke sekolah-sekolah dan sasarannya kalangan generasi muda,” ujarnya.

Ruslan menyebut kalangan pelajar termasuk kelompok yang rentan terpapar narkoba. Salah satu yang menjadi perhatian adalah narkotika golongan I berupa tembakau sintetis yang menurutnya relatif mudah diperoleh.

“Paling banyak yang kami rehabilitasi, baik itu rawat jalan, rawat inap, penggunanya ini memakai narkoba jenis sintetis dan ada juga yang menggunakan ganja,” ujarnya.

Menurut Ruslan, tembakau sintetis dan ganja juga memiliki harga yang relatif terjangkau sehingga berpotensi dimanfaatkan pengedar untuk menyasar kalangan anak muda.

Ia mengungkapkan, target rehabilitasi yang ditetapkan BNN pusat untuk Kabupaten Mimika pada 2026 sebanyak 10 orang. Namun, jumlah tersebut telah terlampaui karena hingga saat ini terdapat 16 orang yang menjalani rehabilitasi.

“Target rehab dari BNN pusat untuk Mimika 2026 ada 10 orang, sekarang sudah lebih karena sudah 16 orang. Dari jumlah 80 persen merupakan pelajar, ada SMA, SMK dan ada juga SMP. Jenis narkoba yang mereka pakai itu tembakau sintetis,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Ruslan mengajak orang tua, keluarga, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dalam mencegah peredaran narkoba. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *