Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua. Dari jumlah tersebut, 10 SPPG berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sedangkan tiga lainnya berada di wilayah non-3T.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN Wilayah II Nurjaeni mengatakan peluncuran SPPG tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan MBG hingga ke daerah 3T.
“Untuk Provinsi Papua ada 13 SPPG yang resmi diluncurkan hari ini dan sebanyak 10 berada di wilayah 3T dan tiga lainnya di wilayah non-3T,” kata Nurjaeni di Jayapura, dilansir Antara, Senin (5/10/2026).
Nurjaeni juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, serta Pemerintah Kota Jayapura dalam pembangunan SPPG.
Menurut dia, sejumlah SPPG yang sebelumnya telah dipersiapkan mengalami keterlambatan dalam operasional karena menghadapi berbagai kendala, termasuk persoalan hukum.
“Memang ada sejumlah SPPG yang sebelumnya telah dipersiapkan namun mengalami keterlambatan operasional akibat berbagai kendala, termasuk persoalan hukum sehingga hal tersebut terus dilakukan perbaikan,” tuturnya.
BGN Perketat Pengawasan SPPG
Nurjaeni menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 36 SPPG di wilayah Papua Raya yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
BGN, kata dia, akan meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan setiap SPPG sebagai bagian dari evaluasi program, terutama setelah muncul sejumlah kasus keracunan makanan.
“Dan ke depan kami juga terus memperketat pengawasan terhadap kelayakan SPPG sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program, terutama setelah terjadi sejumlah kasus keracunan makanan,” terangnya.
Khusus di Provinsi Papua, empat SPPG telah ditutup secara permanen karena dinilai tidak memenuhi kelayakan untuk beroperasi.
“Sementara SPPG yang mengalami kejadian menonjol atau insiden serius akan ditutup sementara untuk dilakukan perbaikan dan baru dapat kembali beroperasi setelah dinyatakan layak oleh dinas kesehatan,” katanya.
Sebelumnya, BGN bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan sejumlah instansi terkait meresmikan salah satu SPPG di Kabupaten Jayapura, Jumat (2/10/2026).













