Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Gubernur Papua Tekankan Pembangunan Harus Lindungi Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat

41
×

Gubernur Papua Tekankan Pembangunan Harus Lindungi Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat

Share this article
Gubernur Papua Matius D Fakhiri.

Jakarta – Gubernur Papua Matius D Fakhiri menegaskan pembangunan daerah harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta menghormati hak masyarakat adat. Menurutnya, tanah, hutan, dan sumber daya alam Papua perlu dijaga agar pembangunan tidak mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai budaya setempat.

Fakhiri mengatakan, keberhasilan pembangunan Papua tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Aspek perlindungan manusia, penghormatan terhadap adat dan budaya, serta kelestarian sumber daya alam juga harus menjadi bagian dari arah pembangunan.

“Masyarakat adat bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi merupakan subjek penting dalam menentukan arah pembangunan di Tanah Papua,” kata Fakhiri yang dilansir dari laman Resmi Papua.go.id, Rabu (14/10/2026).

Ia menilai masyarakat adat memiliki peran strategis dalam mempertahankan nilai-nilai budaya sekaligus menjaga lingkungan. Karena itu, keterlibatan mereka dalam proses perencanaan dan penentuan kebijakan pembangunan perlu diperkuat.

Menurut Fakhiri, Konferensi Masyarakat Adat dan Pemuda Mamta–Tabi dapat menjadi wadah konsolidasi untuk membahas masa depan Tanah Tabi. Forum tersebut diharapkan mampu memperkuat kesepahaman mengenai perlindungan hak masyarakat adat serta upaya menjaga sumber daya alam secara berkelanjutan.

Selain peran masyarakat adat, Fakhiri menyoroti pentingnya mempersiapkan pemuda adat sebagai bagian dari kekuatan perubahan di Papua. Generasi muda diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.

Ia berharap konferensi tersebut menghasilkan rekomendasi serta komitmen yang dapat diwujudkan melalui tindakan nyata. Hasil pembahasan diharapkan menjadi landasan untuk mendorong pembangunan yang menghormati adat, budaya, lingkungan, hukum, dan nilai persaudaraan.

Fakhiri menegaskan, pendekatan pembangunan yang memperhatikan aspek-aspek tersebut sejalan dengan visi Papua CERAH, yakni Cerdas, Sejahtera, dan Harmonis. Visi tersebut menjadi arah pembangunan daerah dengan tetap menjunjung nilai-nilai yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *