Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

BPS: Penyerapan Tenaga Kerja Bertambah 522 Ribu, Pengangguran Indonesia Turun pada Mei 2026

30
×

BPS: Penyerapan Tenaga Kerja Bertambah 522 Ribu, Pengangguran Indonesia Turun pada Mei 2026

Share this article

Jakarta – Kondisi pasar tenaga kerja Indonesia terus membaik pada Mei 2026. Bertambahnya jumlah masyarakat yang memperoleh pekerjaan berdampak pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), sekaligus mencerminkan meningkatnya kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 70,57 persen atau naik tipis sebesar 0,01 poin persentase dibandingkan periode sebelumnya.

Jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami kenaikan. Pada Mei 2026, total masyarakat yang bekerja mencapai 148,19 juta orang atau bertambah sekitar 522 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut terjadi pada berbagai kategori pekerjaan.

“Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas pekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang atau bertambah 391.000 orang,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, di kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Ia menambahkan, “Untuk pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72.000 orang. Serta untuk pekerja setengah pengangguran itu sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59.000 orang.”

BPS juga mencatat sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Sebanyak 42,60 juta orang bekerja pada sektor tersebut atau sekitar 28,75 persen dari total penduduk yang bekerja.

Sementara itu, jumlah pekerja formal turut mengalami peningkatan. Hingga Mei 2026, pekerja di sektor formal mencapai 60,31 juta orang atau sekitar 40,70 persen dari seluruh tenaga kerja, meningkat 0,12 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

Mobilitas tenaga kerja juga menunjukkan tren positif. Jumlah pekerja komuter pada Mei 2026 tercatat sebanyak 7,74 juta orang atau bertambah sekitar 554 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.

Meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja berpengaruh terhadap membaiknya kondisi ketenagakerjaan nasional. Hal itu terlihat dari penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka yang pada Mei 2026 berada di level 4,65 persen atau turun 0,03 poin persentase dibandingkan Februari 2026.

“Penurunan tingkat pengangguran terbuka juga konsisten terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan,” pungkas Edy Mahmud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *