Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Nabire Deflasi 0,23 Persen, Subsidi Pendidikan Jadi Pemicu

21
×

Nabire Deflasi 0,23 Persen, Subsidi Pendidikan Jadi Pemicu

Share this article

Jakarta – Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mencatat deflasi sebesar 0,23 persen pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut penurunan tersebut terutama dipengaruhi turunnya biaya pendidikan setelah adanya subsidi SPP serta penurunan harga sejumlah bahan pangan.

Kepala BPS Kabupaten Nabire Dio Benuvin Perkasa Ginting mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Nabire turun dari 116,88 pada Juli menjadi 116,61 pada Agustus 2026.

“Pada Agustus 2026 secara month to month (m-to-m) dibandingkan Juli 2026, Kabupaten Nabire mengalami deflasi sebesar 0,23 persen,” katanya di Nabire, Rabu (2/9/2026).

Kelompok pendidikan menjadi penyumbang deflasi terbesar selama Agustus. Kelompok tersebut mengalami penurunan harga sebesar 4,02 persen dan memberikan andil deflasi 0,11 persen.

Menurut Dio, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang memberikan subsidi SPP sebesar 50 persen bagi sekolah swasta serta menggratiskan pendidikan di sekolah negeri.

Tekanan deflasi juga datang dari sejumlah komoditas pangan. Tomat menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar, yakni 0,29 persen, kemudian bawang merah 0,25 persen dan bawang putih 0,04 persen.

Dio menjelaskan harga tomat mengalami penurunan setelah cuaca panas ekstrem yang berlangsung cukup lama mempercepat pematangan buah. Kondisi tersebut pada periode tertentu berdampak terhadap meningkatnya hasil panen.

Sementara penurunan harga bawang merah dan bawang putih lebih dipengaruhi oleh pasokan yang relatif stabil. Ketersediaan komoditas tersebut membuat harga di pasar berada dalam kondisi yang lebih terkendali.

Selain bahan pangan dan pendidikan, tarif angkutan udara juga ikut mendorong deflasi. Penurunan harga tiket pesawat memberikan andil sebesar 0,08 persen, seiring turunnya harga avtur dan penurunan batas maksimal fuel surcharge dari 40 persen menjadi 30 persen.

Namun, tidak semua komoditas mengalami penurunan harga. Sejumlah bahan pangan justru mengalami kenaikan, dengan cabai rawit memberikan andil inflasi terbesar sebesar 0,17 persen.

Komoditas lainnya yang ikut menyumbang inflasi antara lain kacang panjang 0,10 persen, terong 0,04 persen, wortel 0,03 persen, serta minyak goreng 0,03 persen.

Meski secara bulanan mengalami deflasi, secara tahunan Nabire masih mencatat inflasi sebesar 3,10 persen pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kelompok penyediaan makanan, minuman, dan restoran menjadi sumber tekanan inflasi tahunan terbesar dengan kenaikan mencapai 9,62 persen.

Lima komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar adalah daging babi sebesar 0,32 persen, bensin 0,29 persen, tahu mentah 0,20 persen, minyak goreng 0,19 persen, dan kangkung 0,19 persen.

Di sisi lain, bawang merah menjadi komoditas dengan kontribusi deflasi tahunan terbesar, yakni 0,43 persen. Berikutnya adalah angkutan laut sebesar 0,15 persen, sekolah menengah atas 0,11 persen, tomat 0,10 persen, dan buah pinang 0,09 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *