Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Bupati Merauke dan MPSI Bahas PSN Wanam hingga Peran Masyarakat Adat

37
×

Bupati Merauke dan MPSI Bahas PSN Wanam hingga Peran Masyarakat Adat

Share this article

Jakarta – Arah pembangunan Kabupaten Merauke menjadi topik utama dalam pertemuan Bupati Merauke bersama Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Minggu (9/8/2026) malam.

Pertemuan tersebut menjadi forum untuk bertukar pandangan mengenai sejumlah agenda strategis daerah. Beberapa di antaranya mencakup pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), pengembangan sektor pertanian, pendidikan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta keterlibatan masyarakat adat dan Orang Asli Papua (OAP) dalam pembangunan.

Dalam pertemuan itu, MPSI turut menyerahkan kajian mengenai dinamika PSN Wanam dan perubahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat adat Papua Selatan. Kajian tersebut menjadi salah satu bahan pembahasan untuk melihat perkembangan pembangunan Merauke dari berbagai perspektif.

Bupati Merauke menekankan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar pencapaian target, tetapi juga harus memperhatikan masyarakat serta dampak jangka panjangnya.

“Pembangunan biar berhasil, masyarakat tetap dihargai dan untuk kebermanfaatan jangka panjang juga,” ujar Bupati Merauke.

Pembangunan Tak Cukup Hanya Infrastruktur

Dalam diskusi, para pihak menilai pembangunan di Papua memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan sesuai kondisi masyarakat setempat.

Pola kehidupan masyarakat, kondisi sosial, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan ketika berbagai program pembangunan dijalankan.

Karena itu, pembangunan dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Peningkatan kapasitas masyarakat juga perlu berjalan beriringan agar warga lokal dapat beradaptasi, terlibat aktif, sekaligus memperoleh manfaat dari perkembangan di wilayahnya.

Sektor pertanian turut menjadi perhatian. Pengembangan bidang tersebut dinilai membutuhkan pendampingan yang mampu menggabungkan pengetahuan akademis dengan pengalaman petani serta kondisi nyata di lapangan.

Proses pembelajaran, peningkatan keterampilan, dan pendampingan secara berkelanjutan dinilai penting agar petani dapat meningkatkan kemampuan produksi dan menjalankan usaha secara lebih mandiri.

Dorong Kolaborasi Banyak Pihak

Bupati Merauke juga menilai pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas persoalan pembangunan.

“Waktunya kita bekerja sama, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri lagi dengan semua kekuatan elemen bangsa yang ada,” ujarnya.

Kolaborasi pemerintah dengan masyarakat, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, serta elemen lainnya diharapkan dapat membuat pembangunan berjalan lebih terintegrasi dan sesuai kebutuhan warga.

Pembahasan juga mencakup kondisi masyarakat hingga tingkat kampung. Isu yang menjadi perhatian antara lain kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, peningkatan keterampilan, serta peluang bagi masyarakat lokal untuk ikut menikmati pertumbuhan aktivitas ekonomi.

Sementara itu, MPSI menyampaikan sejumlah hasil pengamatan dan komunikasi di lapangan. Informasi tersebut mencakup perkembangan di kawasan Wanam serta pemetaan kondisi pendidikan dan kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat.

MPSI menilai pembangunan Merauke perlu berjalan seimbang antara pencapaian target pembangunan dan penguatan kemampuan masyarakat lokal.

Dengan pendekatan tersebut, perubahan yang terjadi diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas dan dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Pertemuan Bupati Merauke dan MPSI akhirnya menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran informasi mengenai peluang, tantangan, serta kebutuhan pembangunan daerah.

Kolaborasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan dinilai menjadi kunci untuk mendorong pembangunan Merauke yang produktif, inklusif, berkelanjutan, serta tetap memperhatikan kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *