Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Warga Mimika Bisa Dapat Layanan Fogging dan IRS Gratis untuk Cegah Malaria

35
×

Warga Mimika Bisa Dapat Layanan Fogging dan IRS Gratis untuk Cegah Malaria

Share this article
Pengasapan. Foto: Antara

Jakarta – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memastikan masyarakat dapat memperoleh layanan pengasapan atau fogging serta penyemprotan residu dalam ruangan (indoor residual spraying/IRS) secara gratis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Godfried Maturbongs mengatakan kedua layanan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan populasi nyamuk penyebab penularan malaria.

Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan layanan fogging dapat menyampaikan laporan kepada petugas kesehatan. Layanan tersebut dapat dilakukan di rumah maupun lingkungan permukiman setelah melalui proses pemeriksaan di lapangan.

“Pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan untuk menjamin kesehatan masyarakat. Saya tegaskan bahwa fogging tidak bayar, itu gratis untuk warga,” ujarnya di Timika, Kamis.

Petugas Survei Sebelum Fogging

Godfried menjelaskan, pelaksanaan fogging tidak langsung dilakukan setelah warga menyampaikan laporan. Petugas terlebih dahulu melakukan survei untuk memastikan kondisi dan kebutuhan di lokasi.

“Jadi setelah kami menerima laporan, maka kami melakukan survei dulu sebelum melakukan kegiatan fogging,” ujarnya.

Selain fogging, masyarakat juga dapat memperoleh layanan IRS tanpa dipungut biaya. Proses pengajuan dilakukan dengan menyampaikan surat kepada Dinas Kesehatan, yang selanjutnya akan memberikan rekomendasi kepada bidang terkait untuk menindaklanjutinya.

“Proses warga bersurat ke Dinas Kesehatan nanti dari Dinas Kesehatan yang merekomendasikan ke bidang. IRS ini juga tidak bayar,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Aktif Kendalikan Nyamuk

Menurut Godfried, fogging dan IRS merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memutus rantai penularan malaria. Namun, upaya tersebut perlu dibarengi dengan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia mengimbau warga ikut melakukan pengendalian vektor malaria di sekitar tempat tinggal masing-masing. Sebab, keberadaan nyamuk Anopheles yang menjadi pembawa parasit malaria perlu dikendalikan untuk menekan risiko penularan.

“Kalau vektor tidak dapat kita kendalikan, maka percaya atau tidak itu penyakit malaria pasti akan terus meningkat,” ujarnya.

Selain pengendalian nyamuk, Godfried menekankan pentingnya kepatuhan pasien malaria dalam menjalani pengobatan. Obat harus dikonsumsi sesuai ketentuan agar parasit penyebab malaria dapat benar-benar diberantas sehingga pasien dapat pulih secara optimal.

Dengan layanan fogging dan IRS tanpa biaya serta dukungan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menjalani pengobatan, pemerintah daerah berharap pengendalian malaria di Mimika dapat dilakukan secara lebih efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *