Jakarta – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini mengajak pemerintah daerah, masyarakat adat, warga setempat, dan sektor swasta bersinergi dalam mengembangkan kawasan Puncak Carstensz sebagai destinasi pariwisata unggulan.
Menurut Jeremias, kerja sama berbagai pihak menjadi kunci untuk menciptakan kawasan wisata yang aman, dikelola secara profesional, sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Papua Tengah.
“Ini sebuah kebanggaan bagi saya pribadi karena ini kali kedua. Tahun 2013 lalu saya lakukan hal yang sama sebagai Kapolres Mimika saat itu,” kata Jeremias di Timika, dikutip Antara, Jumat (21/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Carstensz yang berada pada ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl), Kamis.
Jeremias menilai momentum pengibaran Merah Putih di puncak tertinggi di kawasan Asia Tenggara itu bukan hanya berkaitan dengan peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan alam dan potensi wisata Papua Tengah kepada masyarakat luas.
Ia menilai pengembangan kawasan Carstensz membutuhkan keterlibatan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten yang berada di sekitar kawasan tersebut. Beberapa daerah yang disebut antara lain Kabupaten Mimika, Intan Jaya, Puncak, Paniai, dan Deiyai.
“Mari kita kolaborasi untuk mengelola kawasan pariwisata ini menjadi kawasan yang menghasilkan bagi masyarakat Provinsi Papua Tengah,” ajaknya.
Jeremias berharap pengelolaan Carstensz dilakukan dengan standar profesional sehingga potensi wisata tersebut mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Manfaat tersebut diharapkan dapat dirasakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun kabupaten-kabupaten di sekitarnya.
Namun, pengembangan wisata menurutnya tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Kawasan pegunungan Carstensz perlu dijaga agar ekosistem serta habitat tumbuhan asli tetap terlindungi.
“Kita sama-sama menjaga kawasan ini, lingkungan ini, khususnya dari sisi bagaimana kita kembalikan habitat, habitat asli tumbuhan yang ada di sekitar sini,” ungkap dia.
Selain panorama alam, Jeremias menyebut karakteristik bentang batuan di Carstensz serta kehidupan masyarakat dengan budaya dan pakaian tradisional sebagai daya tarik yang memiliki nilai jual pariwisata.
Karena itu, ia meminta pemerintah, swasta, masyarakat adat, dan warga sekitar memiliki komitmen bersama untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta kelestarian kawasan tersebut.
“Mari sama-sama kita jaga lingkungan ini. Kita jaga kawasan ini sama-sama, jaga kebersihannya, jaga habitat yang hidup di atas tanah ini sehingga bisa sama-sama memberikan kontribusi bagi lingkungan, bagi masyarakat, dan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Jeremias berharap Carstensz nantinya dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan kondusif bagi wisatawan. Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga dan Pemerintah Kabupaten Mimika yang berada paling dekat dengan kawasan Puncak Carstensz.













