Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Papua Tengah Waspadai Pembakaran Hutan, Kebakaran Muncul Serentak

27
×

Papua Tengah Waspadai Pembakaran Hutan, Kebakaran Muncul Serentak

Share this article
Polda Papua Barat memastikan jajaran Polres Fakfak bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kampung Wonodadi Mulia, Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Selasa (7/7/2026). Foto: Antara

Jakarta – Pemerintah Provinsi Papua Tengah (Pemprov Pateng) meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah. Kemunculan titik kebakaran secara bersamaan di tengah kondisi El Nino dan kekeringan memunculkan dugaan adanya pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengatakan karhutla menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan bersama. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, aparat keamanan, hingga masyarakat diminta memperkuat koordinasi untuk mencegah kebakaran meluas.

“Ini bukan hanya terjadi di Papua Tengah, tapi terjadi juga di Kalimantan dan ada indikasi terstruktur. Selain El Nino, ada juga pihak-pihak yang memanfaatkan untuk mengganggu stabilitas daerah melalui cara-cara membakar hutan,” kata Meki saat Rapat Koordinasi Dampak El-Nino Lintas Sektor bersama delapan kabupaten di Nabire.

Menurut Meki, kondisi El Nino tidak hanya meningkatkan ancaman kebakaran. Kekeringan juga berpotensi berdampak terhadap ketersediaan air bersih, pangan, dan kesehatan masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah pegunungan.

Untuk mempercepat penanganan, Pemprov Papua Tengah meminta seluruh pemerintah kabupaten membentuk satuan tugas (Satgas) penanganan kebakaran hingga tingkat kampung. Perkembangan penanganan nantinya akan kembali dibahas dalam rapat lintas sektor pada 26 Agustus 2026.

Pemerintah provinsi juga menyiapkan dukungan pemadaman menggunakan helikopter setelah pembagian wilayah penanganan karhutla ditetapkan.

Selain penanganan kebakaran, rapat tersebut menghasilkan sejumlah langkah lintas sektor. Dinas Kesehatan diminta berkoordinasi dengan Pemkab Mimika untuk memastikan kebutuhan obat-obatan, sedangkan Dinas Sosial diarahkan memberikan dukungan pangan bagi masyarakat yang terdampak embun es di Kabupaten Puncak.

Kebakaran Terjadi di Sejumlah Lokasi

Bupati Nabire Mesak Magai mengungkapkan kebakaran terjadi hampir bersamaan di sejumlah titik. Lokasi yang terdampak antara lain kawasan sepanjang Trans Papua Barat, area perkebunan kelapa sawit, hingga beberapa distrik di wilayah perkotaan Nabire.

“Distrik Makimi, Distrik Teluk Kimi, Distrik Nabire, Distrik Nabire Barat, dan Distrik Wanggar itu secara serentak terjadi kebakaran di mana-mana,” kata Mesak.

Situasi tersebut memperkuat dugaan adanya pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Pemerintah Kabupaten Nabire bahkan menemukan rekaman kamera pengawas yang menunjukkan adanya pihak tertentu yang diduga melakukan pembakaran, termasuk di kawasan dalam kota.

Kebakaran juga terjadi di kawasan Gunung Weiland yang berada di perbatasan Nabire dan Dogiyai. Api telah bertahan selama dua malam dan lokasinya cukup sulit dijangkau masyarakat.

Titik kebakaran lainnya ditemukan di sepanjang jalur Nabire menuju Dogiyai, Paniai, dan Deiyai, mulai dari kawasan Topo hingga wilayah perbatasan antarkabupaten.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Nabire juga memperkuat langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan, khususnya kemungkinan berkurangnya pasokan air bersih. Koordinasi penanganan kebakaran terus dilakukan agar dampaknya tidak semakin meluas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *