Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan bersama tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura membahas penerapan sistem deteksi dini konflik sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan di daerah.
Pembahasan tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi yang digelar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Gubernur Papua Selatan, Merauke, Kamis (27/8/2026).
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan langkah strategis yang bermanfaat dalam mempertahankan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Apolo, pemaparan yang disampaikan Ketua beserta tim LPPM Uncen dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat upaya pemerintah dalam mendeteksi potensi konflik sejak awal.
“Dengan demikian, kita bisa mendeteksi potensi-potensi konflik dengan melakukan langkah-langkah preventif. Sebelum potensi konflik itu berkembang, kita sudah dapat melakukan langkah-langkah antisipasi dengan baik,” ujar Apolo saat memberikan arahan.
Ia menilai sistem deteksi dini diperlukan agar pemerintah dan pihak terkait tidak hanya bertindak setelah konflik terjadi. Dengan mengetahui potensi persoalan lebih awal, langkah pencegahan dapat segera dilakukan sehingga situasi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Apolo juga menekankan pentingnya menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif. Menurutnya, stabilitas keamanan memiliki kaitan erat dengan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketika keamanan terjaga, masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih nyaman. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Hal itu dalam rangka menuju tujuan pembangunan nasional kita yaitu masyarakat yang adil dan makmur,” katanya.













