Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Mama-Mama Papua di Pesisir Mimika Dilatih Olah Pangan Lokal

22
×

Mama-Mama Papua di Pesisir Mimika Dilatih Olah Pangan Lokal

Share this article
Pemkab Mimika, Papua Tengah, memberikan pelatihan pengolahan pangan lokal kepada mama-mama Papua di wilayah pesisir sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi. Foto: Antara

Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, memberikan pelatihan pengolahan pangan lokal kepada mama-mama Papua di wilayah pesisir sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Mimika Yohana Arwam mengatakan pelatihan tersebut akan digelar di Kampung Tapormai, Distrik Mimika Barat Jauh.

Menurut Yohana, pelaksanaan kegiatan sempat tertunda akibat kondisi cuaca laut. Tim dijadwalkan berangkat pada Selasa dan memberikan pelatihan selama tiga hari.

“Sebenarnya teman-teman sudah mau berangkat namun karena cuaca di laut, maka hari Selasa ini mereka berangkat ke sana. Di sana mereka akan memberikan pelatihan pengolahan pangan lokal untuk mama mama di sana selama tiga hari,” ujar Yohana dikutip dari Antara, Selasa (1/9/2026).

Ia menjelaskan wilayah pesisir Mimika memiliki beragam sumber pangan lokal yang melimpah, seperti sagu, ikan, siput, ubi, dan pisang. Potensi tersebut dinilai perlu diolah secara optimal agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi keluarga.

Melalui pelatihan tersebut, mama-mama Papua diharapkan mampu mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Program ini sekaligus menjadi salah satu langkah Pemkab Mimika dalam membantu menekan angka stunting di wilayah kampung.

“Harapan kami setelah pelatihan, mama-mama di kampung dapat mengelola untuk pemenuhan gizi keluarga dengan memanfaatkan pangan lokal. Ini juga salah satu upaya kami untuk menekan stunting di kampung melalui pemanfaatan pangan lokal,” ujarnya.

Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, keterampilan pengolahan pangan juga diarahkan agar dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha. Produk pangan lokal yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai jual sehingga mampu menambah pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Yohana mengatakan pihaknya sebenarnya ingin memperluas program tersebut ke sejumlah kampung lain, baik di kawasan pesisir maupun pegunungan. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaan tahun ini baru dapat dilakukan di satu kampung.

“Kami ingin agar pelatihan ini tidak hanya dilakukan di satu kampung tetapi kampung-kampung lain di wilayah pesisir dan pegunungan juga diberikan pelatihan sama. Namun tahun karena keterbatasan dan efisiensi anggaran maka pelatihan hanya satu kampung,” katanya.

Selain pengolahan pangan lokal, DP3AP2KB Mimika sebelumnya juga telah memberikan berbagai pelatihan keterampilan kepada mama-mama Papua, di antaranya menjahit dan membuat kerajinan rajutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *