Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong munculnya pelaku usaha baru di sektor industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru yang digelar di daerah tersebut.
Direktur Industri Aneka pada Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin RI Reny Meilany mengatakan Mimika memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor industri pengolahan.
Menurutnya, besarnya kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah menjadi salah satu modal untuk mendorong pertumbuhan industri pengolahan dan menciptakan kegiatan ekonomi baru di Mimika.
“Hari ini kami berusaha untuk mencoba mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Mimika,” ujarnya di Timika, Rabu.
Reny menjelaskan industri pengolahan memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup besar. Di sejumlah daerah, sektor IKM bahkan telah menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.
Karena itu, Kemenperin menilai calon pelaku usaha perlu mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang memadai sebelum terjun ke dunia industri.
“Kami mencoba menggandeng nara sumber, instruktur dan tenaga ahli terkait dengan masalah bagaimana Bapak dan Ibu dapat membuat satu peluang bisnis dan manajemen usaha,” ujarnya.
Pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membangun motivasi dan mental kewirausahaan peserta. Mereka didorong agar mampu menciptakan usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di lingkungan masing-masing.
Bimtek yang berlangsung pada 2-4 September 2026 tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga peserta mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Peserta dapat memanfaatkan semua informasi yang disampaikan oleh instruktur, tenaga ahli dan semakin kreatif menggali peluang bisnis seperti apa yang cocok dan bisa dikembangkan oleh Bapak dan Ibu,” ujarnya.
Program tersebut dilaksanakan Kemenperin bersama sejumlah pihak, termasuk Komisi VII DPR RI dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika.
Anggota Komisi VII DPR RI Arjuna Sakir mengapresiasi langkah Kemenperin yang memberikan pembinaan dan keterampilan kepada masyarakat Papua Tengah, khususnya di Mimika.
“Kehadiran Kementerian menjadi bukti bahwa pembangunan industri harus menjangkau seluruh daerah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Arjuna berharap masyarakat Papua Tengah, terutama Mimika, tidak hanya berperan sebagai konsumen. Ia mendorong masyarakat agar mampu menjadi produsen, membangun usaha, menciptakan produk, membuka lapangan kerja, dan ikut menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Ini bukan hanya sekedar pelatihan tetapi usaha strategis untuk mencetak wirausaha baru,memperkuat industri kecil dan meningkatkan keterampilan masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum,” ujarnya.
Pelatihan tersebut diikuti 105 peserta yang terbagi dalam tiga bidang. Sebanyak 35 orang mengikuti pelatihan pengolahan makanan dan minuman, 35 peserta mengikuti pelatihan kerajinan sablon, sementara 35 peserta lainnya mendapat pelatihan jasa servis AC.
Materi pelatihan menggunakan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Selain menerima pembekalan dari instruktur, peserta juga diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan keterampilan sesuai bidang yang dipilih.













