Jakarta – Langkah besar dalam memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) resmi diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat. Anggaran fantastis senilai kurang lebih Rp46 miliar dialokasikan demi menggulirkan program pendidikan gratis bagi generasi muda setempat.
Bupati Manokwari Hermus Indou menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang sekaligus hak fundamental warga yang wajib dijamin oleh pemerintah tanpa terkecuali.
“Tidak boleh ada anak-anak Manokwari yang kehilangan masa depan karena orang tua tidak mampu membiayai,” ujarnya di Manokwari, Sabtu.
Hermus menyebutkan bahwa kebijakan ini menjadi bentuk tindakan afirmatif agar seluruh anak dapat mengenyam pendidikan dari PAUD hingga jenjang perguruan tinggi tanpa terbebankan masalah biaya.
“Kalau pemerintah tidak melakukan (menggratiskan biaya pendidikan), maka pemerintah melanggar konstitusi dan melanggar hak anak-anak yang mau sekolah,” kata Hermus.
Ia menambahkan, evaluasi ketat akan dilakukan berkala demi memastikan Angka Partisipasi Sekolah (APS) mencapai target maksimal.
“Setiap lulusan itu harus 100 persen dapat melanjutkan ke tingkat pendidikan berikutnya. Kalau masih 80 persen yang melanjutkan, maka pemenuhan hak-hak pendidikan belum tuntas,” ujar Hermus.
“Jangan sampai ada yang butuh bantuan, justru tidak dilayani. Data harus diperbaharui berkala dan akurat,” ujarnya.
Mengenai skema teknis, Kepala Dinas Pendidikan Manokwari Pardjiyanti memaparkan bahwa program ini berlandaskan Perda Nomor 8 Tahun 2025 dan Perbup Nomor 87 Tahun 2025. Cakupannya meliputi bantuan empat jenis seragam sekolah, simpanan PAUD/TKK Rp125 ribu per bulan, BOS Daerah (Bosdama), hingga beasiswa pendidikan.
“Beasiswa Manokwari Pintar jenjang SD per siswa Rp1 juta, SMP Rp1,146 juta, SMA Rp1,2 juta, beasiswa S1 umum Rp7,5 juta, S1 kedokteran Rp50 juta, S2 Rp20 juta, dan S3 Rp75 juta,” kata Pardjiyanti.
Selain itu, Bosdama turut difungsikan untuk membiayai 350 tenaga guru honorer demi menutupi kekurangan pendidik di sekolah-sekolah.
“Sudah ada 155 mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima beasiswa. Kalau program Manokwari Pintar sebanyak 4.500 peserta didik, dan jumlah satuan pendidikan di Manokwari hampir 300 satuan,” ujarnya.













