Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

MPSI Dorong Kemandirian Petani Wanam lewat Pelatihan Praktis Pengolahan Tanah

39
×

MPSI Dorong Kemandirian Petani Wanam lewat Pelatihan Praktis Pengolahan Tanah

Share this article

Jakarta – Penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola lahan menjadi salah satu langkah Merah Pusaka Strategik Indonesia (MPSI) untuk mendorong kemandirian sektor pertanian di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan praktik lapangan lanjutan mengenai pengolahan tanah pertanian bersama para peserta pelatihan, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian program Pelatihan dan Bimbingan Teknis Kemandirian Pertanian Terintegrasi. Melalui program tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan dan kemampuan teknis untuk mengelola lahan agar dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum lahan digunakan untuk menanam. Pembelajaran meliputi pengenalan karakteristik lahan, pembersihan area pertanian, penggemburan tanah, serta penyiapan lahan berdasarkan kebutuhan tanaman yang akan dibudidayakan.

Keterlibatan langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Peserta tidak hanya menerima penjelasan mengenai teknik pengolahan tanah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenali dan mempraktikkan tahapan persiapan lahan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian mereka.

Salah satu ketua kelompok peserta pelatihan, Kaspa Rina Moiwend, mengatakan bahwa selama ini dirinya memperoleh pengetahuan pertanian secara mandiri dengan belajar dari orang tua serta mengamati praktik yang dilakukan dalam keseharian.

“Selama ini saya belajar pertanian secara mandiri dari orang tua. Apa yang saya ketahui selama ini saya pelajari dari pengalaman dan melihat langsung bagaimana orang tua bekerja. Melalui pelatihan yang dilaksanakan MPSI ini, saya mendapatkan pengetahuan baru, terutama tentang cara pengolahan tanah yang baik sebelum ditanami. Saya berharap ilmu yang kami dapatkan bisa dipraktikkan bersama anggota kelompok agar pertanian di Kampung Wanam semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga kami,” ujar Kaspa Rina Moiwend.

Cerita Kaspa mencerminkan peran pengalaman keluarga dalam membentuk pengetahuan pertanian masyarakat setempat. Melalui pelatihan ini, pengalaman tersebut dapat dilengkapi dengan pemahaman baru mengenai teknik pengelolaan lahan yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan secara lebih terarah. Selain mendapatkan keterampilan teknis, mereka diharapkan semakin yakin untuk mengelola lahan dan mengembangkan kegiatan pertanian secara bersama-sama melalui kelompok masing-masing.

Ketua Tim Pelatihan MPSI, Annas Fitrah Akbar, menjelaskan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik diperlukan agar peserta mampu menghubungkan materi pelatihan dengan penerapannya di lapangan.

“Prinsip kami, pelatihan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Peserta tidak cukup hanya mendengarkan penjelasan, tetapi perlu terlibat langsung dalam praktik. Dengan cara ini, mereka bisa belajar melalui pengalaman, memahami tahapan pengolahan tanah, dan nantinya menerapkan pengetahuan tersebut bersama kelompok tani masing-masing,” ujar Annas Fitrah Akbar.

Annas menilai pengetahuan lokal dan pengalaman bertani yang dimiliki masyarakat Wanam merupakan modal awal yang penting untuk dikembangkan. Oleh sebab itu, pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan yang telah dimiliki peserta sekaligus memperkenalkan teknik baru dengan mempertimbangkan karakteristik lahan di wilayah tersebut.

“Kami ingin peserta semakin percaya diri dalam mengelola lahan pertanian. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi diterapkan secara berkelanjutan sehingga kebun kelompok bisa berkembang dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi keluarga,” tambahnya.

Selain keterampilan teknis, keberhasilan pengembangan pertanian juga membutuhkan keterlibatan aktif dan kerja sama antarpeserta. Annas menekankan bahwa kelompok tani dapat menjadi ruang untuk saling bertukar pengetahuan, membantu proses pengolahan lahan, serta menyusun kegiatan pertanian yang dijalankan secara kolektif.

Melalui program tersebut, MPSI berupaya mendukung pemanfaatan potensi lahan di Kampung Wanam dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjalankan tahapan usaha tani.

Pengolahan tanah menjadi perhatian utama karena proses ini merupakan bagian dari persiapan sebelum petani melakukan penanaman dan perawatan tanaman.

Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat membantu peserta menyiapkan lahan berdasarkan kebutuhan budidaya dan kondisi lingkungan setempat. Dengan demikian, keterampilan yang dipelajari tidak hanya menjadi materi pelatihan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bekal dalam menjalankan aktivitas pertanian sehari-hari.

Pengembangan kebun kelompok turut menjadi salah satu sasaran yang ingin didorong melalui kegiatan ini. Selain berfungsi sebagai tempat menerapkan keterampilan, kebun kelompok dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan belajar bersama dan memperkuat koordinasi di antara para petani.

Melalui kerja sama tersebut, peserta diharapkan mampu saling mendukung dalam berbagai tahapan kegiatan pertanian, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan hingga pemanfaatan hasil panen. Pengelolaan yang dilakukan secara bersama-sama juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan menciptakan peluang pengembangan usaha produktif.

Penguatan sektor pertanian masyarakat membutuhkan proses pembelajaran yang berkelanjutan, bukan sekadar penyampaian teori dalam satu kegiatan. Praktik lapangan dan pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan peserta memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan sekaligus menerapkannya dalam kondisi nyata.

MPSI berharap kemampuan yang diperoleh selama pelatihan dapat digunakan oleh peserta untuk mengelola lahan pribadi maupun mengembangkan kebun kelompok. Dengan penerapan yang berkelanjutan, program ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan kegiatan pertanian produktif yang selaras dengan potensi dan kebutuhan masyarakat Kampung Wanam.

“Ke depan, pendampingan diarahkan pada penguatan keterampilan peserta, persiapan lahan tanam, serta pengembangan kegiatan pertanian kelompok agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” tutur Annas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *