Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Peringatan Integrasi Papua, Perayaan Warisan Manusiawi yang Menyatukan Kita

23
×

Peringatan Integrasi Papua, Perayaan Warisan Manusiawi yang Menyatukan Kita

Share this article
Ratusan warga mengikuti apel dan pawai bersama DPD Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Papua Tengah dalam rangka peringatan Hari Integrasi Papua ke Indonesia di Nabire, Papua Tengah, Jumat (1/5/2026). Istimewa
Ratusan warga mengikuti apel dan pawai bersama DPD Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Papua Tengah dalam rangka peringatan Hari Integrasi Papua ke Indonesia di Nabire, Papua Tengah, Jumat (1/5/2026). Istimewa

Pengamat politik Universitas Udayana (Unud), Efatha Duarte, menekankan bahwa integrasi Papua ke Indonesia tidak hanya dapat dilihat dari aspek hukum, tetapi juga dari dimensi sosial dan identitas kebangsaan. Integrasi Papua ke Indonesia diperingati setiap 1 Mei.

Mengacu teori imagined communities Benedict Anderson, terangnya, bangsa terbentuk melalui kesadaran kolektif, pengalaman bersama, dan ikatan emosional antarwarganya. Itu melampaui instrumen hukum dan perjanjian internasional.

“Mereka lahir juga dari ikatan-ikatan imajiner yang mendalam, yang hidup, dan bergerak dalam kesadaran kolektif warganya. Ikatan yang diperkuat melalui pengalaman bersama, memori, dan semuanya itu akhirnya di atas segalanya,” tuturnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia pun mengajak semua pihak membangun Papua dan Indonesia dengan mengedepankan keadilan historis dan rekonsiliasi. Menurutnya, masa depan “Bumi Cenderawasih” harus dibangun melalui dialog, penghormatan terhadap proses hukum internasional, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

“Saatnya ‘membangun jembatan’, bukan ‘dinding’,” tegasnya. “Ayolah kita bersama-sama menulis masa depan antara Papua dan Indonesia yang jauh lebih baik.”

“Masa depan yang dibangun di atas dasar keadilan historis itu sendiri, pengakuan terhadap proses hukum yang ada, dan di atas segalanya, kita harus sama-sama merayakan warisan manusiawi yang ternyata sudah mengintegrasikan kita dan menyatukan kita sampai hari ini,” tutup Efatha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *