Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Tokoh Adat Suku Sebyar: Masyarakat Papua Ingin Damai agar Beraktivitas Normal

22
×

Tokoh Adat Suku Sebyar: Masyarakat Papua Ingin Damai agar Beraktivitas Normal

Share this article
Ilustrasi aktivitas perekonomian di pasar tradisional Papua. Dok. Pemprov Papua
Ilustrasi aktivitas perekonomian di pasar tradisional Papua. Dok. Pemprov Papua

Tokoh adat Suku Sebyar, Malkin Kosepa, mengajak seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan pendekatan damai menyusul adanya warga sipil yang menjadi korban bahkan mengungsi dalam beberapa insiden di Papua Tengah sejak 13 April-7 Mei 2026. Sebab, instabilitas akan memperburuk penderitaan masyarakat tidka berdosa.

“Masyarakat Papua menginginkan ruang damai agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal. Masyarakat hanya bisa kembali berkebun, bersekolah, dan beribadah jika situasi kondusif dan keamanannya terjamin,” ucapnya, Senin (11/5/2026).

Malkin menambahkan, masyarakat sipil adalah kelompok paling rentan terdampak konflik. Ia seperti pelanduk mati di tengah perkelahian dua gajah. Risiko terbesar menimpa perempuan, anak-anak, lansia, dan orang dengan kebutuhan khusus.

“Oleh karena itu, keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas bersama dan tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan apa pun. Mereka tidak berdosa, mereka tiidak terlibat konflik yang terjadi. Jangan korbankan mereka!” tegasnya.

Lebih jauh, Malkin menyampaikan bahwa nilai-nilai budaya Papua sesungguhnya mengajarkan tentang persaudaraan, penghormatan terhadap kehidupan, dan penyelesaian persoalan melalui dialog. Ia pun berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif demi masa depan generasi muda Papua.

“Dan perlu diingat, perdamaian menjadi syarat utama agar pembangunan di Papua berjalan optimal. Ketika situasi keamanan terganggu, masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Oleh karena itu, kedamaian harus menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah persatuan dan memperbesar ketegangan. Malkin menegaskan, tanah Papua harus dijaga sebagai rumah bersama yang damai, aman, dan penuh penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *