Jakarta – Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem sagu sebagai bagian penting dari ketahanan pangan, pelestarian budaya, sekaligus penguatan ekonomi masyarakat asli Papua.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, saat menghadiri kegiatan eksplorasi dusun sagu di Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, yang diinisiasi Polresta Jayapura Kota, dilansir Antara, Selasa (30/6/2026).
Menurut Abisai, keberadaan hutan sagu memiliki nilai strategis bagi masyarakat Papua karena tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus terus dilestarikan.
“Untuk itu kami akan mendorong adanya regulasi untuk melindungi dusun sagu di Kampung Skouw dan juga Kampung Yoka,” kata Abisai.
Ia mengapresiasi langkah Polresta Jayapura Kota yang dinilai berhasil mengangkat kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sagu sebagai warisan budaya sekaligus sumber kehidupan masyarakat Papua.
“Dari dulu hingga sekarang masyarakat Skouw hidup dari kelapa, pinang, dan sagu. Melalui kegiatan seperti ini, kita diingatkan kembali bahwa seluruh bagian dari pohon sagu memiliki manfaat besar bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Abisai menjelaskan, kegiatan eksplorasi dusun sagu merupakan bentuk inovasi sosial berbasis kearifan lokal yang tidak hanya bertujuan melestarikan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, upaya menjaga hutan sagu harus menjadi gerakan bersama karena keberadaan tanaman tersebut berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan, melestarikan budaya, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Papua.
“Dengan demikian kami harapkan melalui kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem sagu sebagai penopang ketahanan pangan, pelestarian budaya, serta penggerak kemandirian ekonomi masyarakat Papua,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Frederickus Maclarimboen mengatakan kegiatan eksplorasi sagu digelar sebagai bentuk kepedulian agar masyarakat tidak melupakan sagu sebagai warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong perhatian berbagai pihak untuk terus menjaga keberlangsungan hutan sagu dan meningkatkan nilai ekonominya,” ujar Frederickus.
Ia berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, keberadaan hutan sagu di Papua dapat terus terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.













