Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pemkot Jayapura Awasi Harga Bahan Pokok, Ini Alasannya

27
×

Pemkot Jayapura Awasi Harga Bahan Pokok, Ini Alasannya

Share this article

Jakarta – Pemerintah Kota Jayapura bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperketat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax serta antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian BBM bersubsidi.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan masyarakat tetap terjaga dan tidak mengalami lonjakan yang dapat memicu inflasi daerah.

“Kami terus mengintensifkan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran sesuai ketentuan yang ditetapkan,” kata Rustan di Jayapura, dikutip Antara, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM terhadap biaya distribusi barang yang berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun modern.

“Selain itu kami juga terus melakukan koordinasi dengan lintas instansi agar harga kebutuhan pokok di pasar tetap stabil,” ujarnya.

Tidak hanya memantau harga, pemerintah daerah juga melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan stok bahan pokok di tingkat distributor, pedagang pengecer, hingga gudang Bulog. Langkah tersebut bertujuan memastikan pasokan tetap aman dan mencegah terjadinya praktik penimbunan barang yang dapat mengganggu stabilitas pasar.

“Dalam pengawasan terhadap kami melibatkan satgas pangan dengan demikian diharapkan distribusi barang ke masyarakat berjalan lancar,” katanya lagi.

Rustan menjelaskan kenaikan harga Pertamax dan antrean panjang pada pengisian BBM bersubsidi berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor transportasi dan distribusi logistik. Karena itu, pengawasan terhadap pergerakan harga bahan pokok menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Ia menegaskan Pemkot Jayapura bersama TPID akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan rantai pasok tetap berjalan normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.

“Kami ingin memastikan tidak terjadi gejolak harga yang signifikan menyusul kenaikan harga pada produk Pertamax dan Pertamax Green,” ujarnya.

Melalui pengawasan yang lebih intensif, pemerintah berharap kondisi pasar tetap terkendali, pasokan bahan pokok tersedia dengan baik, serta daya beli masyarakat tidak terganggu akibat dampak kenaikan harga bahan bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *