Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi menuju pertanian modern dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Amran mengatakan bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani di Papua Selatan, khususnya di kawasan pengembangan lumbung pangan nasional.
“Bantuan ini diharapkan dapat mendorong para petani di Kampung Waninggap Kai untuk terus berkembang, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya menjadi lebih sejahtera,” kata Amran dalam keterangan pers yang diterima di Jayapura, dikutip, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pemerintah mengalokasikan bantuan sektor pertanian di Papua Selatan pada 2026 dengan total nilai mencapai Rp1,3 triliun. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk alat dan mesin pertanian modern, pembangunan sarana pendukung, serta fasilitas penyimpanan dan pengelolaan hasil pertanian.
“Seluruh peralatan pertanian yang diberikan dapat dimanfaatkan petani mulai dari proses pembibitan, penanaman, hingga panen dengan dukungan teknologi modern,” ujarnya.
Amran menjelaskan, teknologi pertanian yang mulai diterapkan di Merauke merupakan teknologi yang juga digunakan di sejumlah negara maju, seperti Jepang dan Amerika Serikat. Menurutnya, penerapan mekanisasi dan teknologi pertanian modern menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian nasional.
“Teknologi yang digunakan di Kampung Waninggap Kai saat ini setara dengan teknologi pertanian yang diterapkan di negara-negara maju. Ini merupakan lompatan besar bagi pengembangan pertanian di Papua Selatan,” katanya.
Pemerintah, lanjut Amran, menargetkan peningkatan indeks pertanaman di Merauke dari dua kali menjadi tiga kali tanam dalam setahun. Target tersebut akan didukung melalui pengembangan infrastruktur irigasi, penyediaan benih unggul, serta pendampingan intensif kepada petani.
“Kami mendorong agar ke depan petani di Merauke dapat melakukan penanaman padi hingga tiga kali dalam setahun dengan dukungan irigasi, benih berkualitas, dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi pertanian.
Selain itu, Amran mengajak seluruh elemen masyarakat di Papua Selatan untuk mendukung pelaksanaan program strategis nasional di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua Selatan untuk bersama-sama mendukung program strategis nasional ini. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Amran.













