Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

224 Guru Honorer Masuk Formasi CASN K2 Jayawijaya, Ini Syarat Utamanya

28
×

224 Guru Honorer Masuk Formasi CASN K2 Jayawijaya, Ini Syarat Utamanya

Share this article

Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menetapkan sebanyak 224 kuota formasi guru honorer kategori dua (K2) dalam usulan calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Kaleb Asso, mengatakan kuota tersebut merupakan bagian dari sekitar 600 tenaga honorer K2 yang diusulkan untuk mengikuti proses pengangkatan sebagai CASN.

“Kami ingin menyampaikan dari kuota pegawai honorer K2 Kabupaten Jayawijaya, 224 atau lebih sedikit itu milik formasi guru mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK,” katanya di Wamena, dilansir Antara, Rabu (8/7/2026).

Kaleb menegaskan, formasi guru dalam skema K2 tidak menerapkan kuota khusus bagi orang asli Papua (OAP). Seluruh peserta akan diproses berdasarkan ketentuan yang sama dengan mengacu pada masa pengabdian.

“Dalam pengangkatan tenaga guru honorer K2 tidak ada namanya formasi khusus OAP, tetapi digabung sesuai masa kerja yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prioritas diberikan kepada guru honorer yang telah mengabdi sejak 2015 atau lebih lama. Guru yang mulai bertugas pada 2016 dan setelahnya belum masuk dalam rekomendasi pengangkatan melalui formasi K2.

“Guru yang dapat direkomendasikan masuk dalam formasi CASN K2 adalah mereka yang telah mengabdi menjadi tenaga guru 2015, 2014, 2013 ke bawah. Jadi batasnya adalah tahun 2015, sementara tahun 2016 ke atas belum kami rekomendasikan,” katanya.

Sementara itu, guru honorer yang masa kerjanya dimulai pada 2016 atau sesudahnya masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi CASN melalui jalur umum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kaleb menambahkan, pemerintah daerah bersama Bupati Jayawijaya telah bertemu langsung dengan para guru honorer untuk menjelaskan mekanisme pengangkatan CASN formasi K2. Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan pendataan dan verifikasi manual guna memastikan seluruh nama yang diusulkan benar-benar aktif mengabdi sebagai tenaga pendidik.

“Kami bersama bapak bupati sudah melakukan pertemuan dengan hampir seluruh tenaga guru honorer di Jayawijaya dan menyampaikan terkait kebijakan pengangkatan CASN formasi K2. Bapak bupati sendiri yang telah bertemu, mengabsen nama-nama yang masuk dalam guru honorer sekaligus melakukan verifikasi manual untuk memastikan nama guru dan orangnya benar-benar ada dan mengabdi,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *