Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Budaya

Festival Lembah Baliem 2026 Berubah Total! Lokasi Dipindah, Konsep Mini Jadi Sorotan

36
×

Festival Lembah Baliem 2026 Berubah Total! Lokasi Dipindah, Konsep Mini Jadi Sorotan

Share this article

Jakarta– Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memutuskan memindahkan lokasi penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 ke Kampung Walesi, Distrik Walesi, Papua Pegunungan.

Sebelumnya, festival tahunan tersebut direncanakan berlangsung di Kampung Wosiala, Distrik Wosilimo, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Wamena. Namun, lokasi baru di Distrik Walesi dinilai lebih strategis karena hanya berjarak sekitar 10 hingga 15 menit dari pusat Kota Wamena.

Kepala Disbudpar Kabupaten Jayawijaya, Engelberth ChW Surabut, mengatakan perubahan lokasi dilakukan berdasarkan arahan pimpinan daerah.

“Sesuai arahan pimpinan kegiatan FBLB yang digelar setiap tahun dan menjadi daya tarik wisatawan asing maupun nusantara dipindahkan ke Walesi,” katanya di Wamena, dilansir Antara, Rabu (8/7/2026).

Selain berpindah lokasi, penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 tahun ini juga mengusung konsep yang lebih sederhana atau mini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya seluruh distrik di Kabupaten Jayawijaya ikut berpartisipasi, kali ini hanya lima distrik yang akan dilibatkan.

“Biasanya semua 40 distrik di Jayawijaya dilibatkan dalam kegiatan FBLB, namun tahun ini penyelenggaraan FBLB ini sifatnya mini dan hanya melibatkan lima distrik,” ujarnya.

Durasi pelaksanaan festival pun ikut disesuaikan. Apabila sebelumnya FBLB berlangsung selama tiga hingga empat hari, tahun ini agenda utama hanya digelar selama dua hari, yakni pada 7–8 Agustus 2026.

Sementara itu, pada 9–10 Agustus 2026 akan digelar rangkaian kegiatan lanjutan berupa pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta karnaval budaya yang dipusatkan di Kota Wamena.

“Waktu penyelenggaraan FBLB tetap tahun ini hanya dua hari mulai pembukaan tanggal 7-8 Agustus. Sementara tanggal 9-10 Agustus 2026 itu ada kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta karnaval budaya di Kota Wamena,” katanya.

Engelberth menambahkan, penyesuaian konsep festival tidak terlepas dari keterbatasan anggaran. Dana penyelenggaraan FBLB tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,8 miliar sehingga pelaksanaan festival dibuat lebih ringkas.

“Untuk anggaran sendiri berkurang dari anggaran sebelumnya sehingga itu yang menjadi pertimbangan sehingga FBLB ke-34 mengambil konsep mini,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *