Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

BMKG Ingatkan Dampak Siklon Tropis Bavi di Indonesia Timur

19
×

BMKG Ingatkan Dampak Siklon Tropis Bavi di Indonesia Timur

Share this article
BMKG Ingatkan Dampak Siklon Tropis Bavi di Indonesia Timur Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di kawasan Indonesia bagian timur agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung dari aktivitas Siklon Tropis Bavi yang saat ini bergerak ke arah barat laut. Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramadhani menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan terbaru, Siklon Tropis Bavi berada di kawasan Laut Filipina atau di sebelah timur laut wilayah Filipina. "Siklon Tropis Bavi ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon sejak 2 Juli, lalu masuk wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli 2026," kata dia di Jakarta, Kamis (9/7/2026). Menurut Andri, hasil analisis BMKG menunjukkan kecepatan angin maksimum di pusat siklon dalam 24 jam ke depan diperkirakan masih stabil sehingga kekuatannya diprediksi tetap berada pada kategori empat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa angin kencang di sejumlah wilayah daratan, terutama Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya pada Jumat (10/7/2026). Tidak hanya di wilayah darat, aktivitas atmosfer akibat siklon juga diperkirakan memengaruhi kondisi perairan Indonesia. BMKG memprakirakan gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Tim Meteorologi Publik BMKG mengidentifikasi kawasan Samudra Pasifik di utara Maluku hingga perairan utara Papua sebagai daerah yang berpotensi mengalami gelombang laut kategori sedang tersebut. Sementara itu, gelombang dengan kategori tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter diprakirakan berpeluang terjadi di wilayah Laut Maluku serta Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di kawasan Indonesia bagian timur agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak tidak langsung dari aktivitas Siklon Tropis Bavi yang saat ini bergerak ke arah barat laut.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Meteorologi BMKG Andri Ramadhani menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan terbaru, Siklon Tropis Bavi berada di kawasan Laut Filipina atau di sebelah timur laut wilayah Filipina.

“Siklon Tropis Bavi ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 95W yang mencapai intensitas siklon sejak 2 Juli, lalu masuk wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 7 Juli 2026,” kata dia di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurut Andri, hasil analisis BMKG menunjukkan kecepatan angin maksimum di pusat siklon dalam 24 jam ke depan diperkirakan masih stabil sehingga kekuatannya diprediksi tetap berada pada kategori empat.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa angin kencang di sejumlah wilayah daratan, terutama Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga Papua Barat Daya, Jumat (10/7/2026).

Tidak hanya di wilayah darat, aktivitas atmosfer akibat siklon juga diperkirakan memengaruhi kondisi perairan Indonesia. BMKG memprakirakan gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Tim Meteorologi Publik BMKG mengidentifikasi kawasan Samudra Pasifik di utara Maluku hingga perairan utara Papua sebagai daerah yang berpotensi mengalami gelombang laut kategori sedang tersebut.

Sementara itu, gelombang dengan kategori tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter diprakirakan berpeluang terjadi di wilayah Laut Maluku serta Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *