Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Pesona Taman Nasional Wasur, Savana Eksotis Papua yang Bikin Wisatawan Terpukau

21
×

Pesona Taman Nasional Wasur, Savana Eksotis Papua yang Bikin Wisatawan Terpukau

Share this article
Taman Nasional Wasur. Foto: Econusa

Jakarta – Taman Nasional Wasur di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, menjadi salah satu kawasan konservasi paling penting di Indonesia. Hamparan savana yang luas dipadukan dengan kekayaan flora dan fauna membuat kawasan ini dijuluki sebagai “Serengeti Papua”, merujuk pada padang savana legendaris di Afrika.

Berdasarkan data yang dikutip, Selasa (21/7/2026), julukan tersebut bukan tanpa alasan. Sekitar 70 persen wilayah Taman Nasional Wasur berupa savana alami yang menjadi habitat berbagai satwa endemik Papua, seperti kasuari, kanguru pohon, mambruk, cenderawasih, hingga ratusan spesies burung migran yang singgah setiap tahun.

Selain savana, kawasan konservasi ini juga memiliki beragam ekosistem lain, mulai dari hutan rawa, hutan monsun, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput, hingga hutan sagu. Keanekaragaman bentang alam tersebut menjadikan Wasur sebagai salah satu kawasan dengan tingkat biodiversitas tinggi di Indonesia.

Nama Wasur sendiri diambil dari salah satu desa yang berada di dalam kawasan taman nasional. Dalam bahasa Marori, nama tersebut berasal dari kata Waisol yang berarti kebun.

Secara geografis, Taman Nasional Wasur berada di bagian tenggara Papua Selatan dan masuk ke wilayah Kabupaten Merauke. Kawasan ini mencakup empat kecamatan, yakni Merauke, Jagebob, Sota, dan Naukenjerai.

Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, wilayah tersebut telah lama dihuni oleh masyarakat adat yang terdiri atas Suku Kanume, Suku Marori Mengey, Suku Yeinan, dan Suku Marind. Keempat komunitas adat itu hingga kini masih menjaga hutan adat sekaligus menjadi bagian penting dalam pelestarian kawasan.

Salah satu keunikan Taman Nasional Wasur adalah ekosistem lahan basah yang tergenang air selama empat hingga enam bulan setiap tahun. Siklus pasang surut air membentuk rawa-rawa alami yang menjadi habitat ideal bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, serta satwa liar lainnya.

Danau Rawa Biru menjadi salah satu lokasi favorit satwa seperti walabi, kasuari, dan burung-burung migran yang datang mencari makan maupun berkembang biak.

Vegetasi yang mendominasi kawasan ini antara lain mangrove, kayu putih, api-api, tancang, dan ketapang. Sementara satwa yang hidup di dalamnya meliputi kanguru pohon, kasuari gelambir, kesturi raja, mambruk, cenderawasih kuning besar, cenderawasih merah, cenderawasih raja, buaya air tawar, hingga buaya muara.

Tak hanya memiliki nilai ekologis tinggi, Taman Nasional Wasur juga menjadi sumber penghidupan masyarakat adat. Salah satu pemanfaatan yang dilakukan secara berkelanjutan ialah penyulingan minyak kayu putih yang dikelola masyarakat Suku Kanume bersama Suku Marori, Suku Mengey, dan Suku Yeinan.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, perjalanan menuju Taman Nasional Wasur dapat ditempuh dengan pesawat dari Jayapura menuju Merauke sekitar 1,5 jam. Dari pusat Kota Merauke, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda empat selama satu hingga dua jam melalui Jalan Trans Papua.

Dengan kekayaan alam, satwa liar, serta budaya masyarakat adat yang masih terjaga, Taman Nasional Wasur menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan di Papua Selatan sekaligus aset penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *