Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

1.476 Talenta Muda Diterjunkan, Tim Ekspedisi Patriot Siap Percepat Transformasi Kawasan Transmigrasi

36
×

1.476 Talenta Muda Diterjunkan, Tim Ekspedisi Patriot Siap Percepat Transformasi Kawasan Transmigrasi

Share this article
Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi resmi menerjunkan 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi resmi menerjunkan 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia. Program yang melibatkan civitas akademika dari sejumlah perguruan tinggi ini bertujuan menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan sekaligus mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain memetakan potensi daerah, para peserta juga ditugaskan menyusun rekomendasi yang akan menjadi bahan perumusan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan program tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Program ini menghadirkan talenta-talenta terbaik Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan,” kata AHY saat pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta.

AHY menilai peran generasi muda semakin penting di tengah berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik, disrupsi teknologi, hingga krisis iklim. Karena itu, ia berharap peserta TEP tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di kawasan transmigrasi.

“Indonesia Emas 2045 harus tetap menjadi visi kita bersama. Kuncinya adalah kualitas sumber daya manusia, inovasi, produktivitas, dan kepemimpinan. Saya berharap Tim Ekspedisi Patriot dapat menjadi bagian dari generasi yang membawa Indonesia menuju negara maju, adil, dan sejahtera,” ujarnya.

Paradigma Baru Transmigrasi

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan, TEP merupakan bagian dari transformasi kebijakan transmigrasi yang kini berorientasi pada penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Menurutnya, keberhasilan program transmigrasi tidak lagi diukur dari jumlah perpindahan penduduk, melainkan dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja, dan bertambahnya kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan transmigrasi tidak lagi diukur dari berapa banyak orang yang dipindahkan, tetapi dari berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, investasi yang masuk, dan masyarakat yang semakin sejahtera. Itulah paradigma baru transmigrasi yang sedang kami bangun,” kata Iftitah.

Ia menambahkan, peserta TEP akan membantu mengidentifikasi potensi ekonomi daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Salah satu contoh yang telah menunjukkan hasil ialah Kawasan Transmigrasi Toriwang di Kabupaten Halmahera Utara. Investasi di sektor pengolahan kelapa di kawasan tersebut telah membuka ribuan lapangan kerja dan diproyeksikan terus berkembang.

Papua Jadi Fokus Pengembangan

Kementerian Transmigrasi menempatkan sekitar 1.200 peserta TEP di 10 kawasan transmigrasi di Papua. Penempatan tersebut merupakan tindak lanjut atas kebutuhan pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat pembangunan kawasan.

Peserta di Papua diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam tata kelola pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat mendorong pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi setempat.

Revitalisasi Kawasan Transmigrasi

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan revitalisasi pembangunan di seluruh kawasan transmigrasi melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga.

Menurut Viva, hasil pemetaan Tim Ekspedisi Patriot akan menjadi dasar koordinasi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk perbaikan sekolah, Kementerian Pertanian untuk kebutuhan petani, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dalam penanganan infrastruktur.

“Kalau ada jalan yang rusak, bisa bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan sinergi maka berbagai kendala di kawasan transmigrasi bisa dituntaskan,” ujarnya.

Sebanyak 1.476 peserta TEP 2026 berasal dari 10 perguruan tinggi, yakni UI, IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, UGM, Universitas Diponegoro, ITS, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.

Mereka akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Papua Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Bangka Belitung, hingga Kepulauan Riau.

Viva berharap kehadiran Tim Ekspedisi Patriot mampu mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, sosial, budaya, serta mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

“Diharapkan setelah TEP 2026 ada peningkatan aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan bidang kehidupan lainnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *