Jakarta – Perum Bulog Cabang Mimika mencatat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mencapai 1.254 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut setara dengan 52 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun ini.
Kepala Perum Bulog Cabang Mimika Dedy Wahyudi mengatakan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan target penyaluran beras SPHP di Mimika sebanyak 2.414 ton sepanjang 2026.
“Batas waktu penyaluran hingga 31 Desember 2026, pastinya penugasan ini dengan target yang diberikan kami pasti optimalkan sesuai dengan kondisi kebutuhan pasar,” ujarnya di Timika dilansir dari Antara, Jumat (14/8/2026).
Untuk mengejar target tersebut, Bulog Mimika akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Penyaluran dilakukan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra Bulog.
Saat ini, terdapat sekitar 56 pedagang atau pengecer yang menjadi mitra Bulog Mimika dalam menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat.
Disalurkan Lewat Gerakan Pangan Murah
Selain melalui mitra RPK, Bulog Mimika juga menggandeng sejumlah instansi pemerintah dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut antara lain dilakukan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Pelaksanaan GPM itu langsung menyebar ke masyarakat, terakhir kami melaksanakan GPM bersama mitra itu di Masjid Raya Babussalam Timika,” ujarnya.
Dedy menjelaskan, setiap mitra pada dasarnya memperoleh kuota pengambilan beras SPHP sebanyak dua ton dalam sepekan. Namun, pola pengambilan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan stok di masing-masing mitra.
“Satu mitra ambilnya per minggu dua ton, ada juga yang biasanya mengambil per dua minggu baru mengambil dua ton disesuaikan dengan kebutuhan mereka dan ketersediaan di mitra,” ujarnya lagi.
Harga SPHP Tetap Dipantau
Untuk mendapatkan beras SPHP dari gudang Bulog, mitra menebus dengan harga Rp58.000 untuk kemasan lima kilogram atau setara Rp11.600 per kilogram.
Sementara itu, Bapanas menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP sebesar Rp13.500 per kilogram. Untuk kemasan lima kilogram, HET yang ditetapkan mencapai Rp67.500.
Bulog Mimika secara rutin melakukan pemantauan terhadap harga penjualan di tingkat masyarakat. Dedy menyebut harga yang ditemukan di lapangan masih berada pada kisaran Rp13.500 per kilogram, sedangkan kemasan lima kilogram umumnya dijual sekitar Rp60.000 hingga Rp65.000.
“Kami selalu melakukan pemantauan di lapangan dan masyarakat biasa membeli dengan Rp13.500 per kilogram dan Rp60.000 ribu sampai Rp65.000 perkemasan lima kilogram. Kalau kemasan lima kilogram itu sesuai dengan HET Rp67.500, tapi masih ada yang jual di bawah HET,” ujar dia.
Pengawasan juga dilakukan terhadap para pedagang dan pengecer yang menjadi mitra Bulog. Mereka diwajibkan menjalankan seluruh ketentuan yang telah disepakati sejak awal menjadi mitra.
“Sebelum mereka menjadi mitra ada kesepakatan, tentunya beberapa mitra yang berjualan di luar pasar itu wajib mendapatkan SK penetapan dari Dinas Ketahanan Pangan Mimika. Mereka juga menandatangani surat pernyataan tunduk dan patuh pada HET,” ujarnya pula.
Dengan capaian penyaluran yang telah mencapai lebih dari separuh target, Bulog Mimika menargetkan distribusi beras SPHP terus dioptimalkan hingga akhir 2026 agar kebutuhan masyarakat sekaligus stabilitas harga pangan di wilayah tersebut tetap terjaga.













